Blood Moon

Seminar Akhir ZamanSeminar akhir zaman bersama pdp Aruna Wirjolukito, 16 Mei 2015 ini membahas beberapa hal mengenai fenomena alam bulan darah, anti-Kristus, dan chip 666. Seminar ini dibagi kedalam dua sesi. Berikut ini rekaman seminar akhir zaman yang berlangsung di LGF Church, Renata Function Hall lantai 2 hall A 003.

Tuhan memberkati.

Paskah

pdp Aruna Wirjolukito

Keluaran 12:1-11 semua peristiwa yang terjadi pada zaman Perjanjian Lama, dirancang Tuhan untuk digenapi pada zaman Perjanjian Baru. Kitab Keluaran dalam bahasa Ibrani, Šemot (שמות), berarti keluar, lepas, bebas, merdeka. Sebagai anak-anak Tuhan, kita memang tinggal di Indonesia sebagai warga negara Indonesia, namun dalam keseharian, kita hidup menurut hukum Surga. Untuk mengikut Tuhan, kita harus buru-buru, bukan berlambat-lambat. Segala hal yang dikerjakan berlambat-lambat, tidak pernah akan berhasil.

Asal muasal Paskah – Urutan anak-anak Nuh, yaitu Yafet, Sem, dan Ham. Ketika Nuh mabuk dan telanjang, Ham menertawakan ayahnya, sedangkan Yafet dan Sem lekas mengambil kain untuk menutupi ketelanjangan ayahnya. Tuhan berkenan pada keturunan Yafet (bangsa barat) dan Sem (bangsa Asia), Tuhan memberkati keturunan mereka. Namun, pada keturunan Ham (bangsa kulit hitam, orang-orang Afrika), Tuhan tidak berkenan dan mengutuk mereka. Dalam perjalanan hidupnya, Ham menikahi Semiramis dan melahirkan Kush. Setelah Ham meninggal, Kush menikahi Semiramis, ibunya sendiri, dan melahirkan Nimrod (Kejadian 10:8-10). Untuk menutupi aibnya, Semiramis menyebut Nimrod sebagai anak dari Dewi Ishtar (dewi kesuburan), yang lahir dari cangkang telur. Inilah asal muasal kata ‘easter’. Sebagai orang Kristen, kita tidak menyebut perayaan Paskah dengan ‘happy Easter’, tapi ‘happy Passover’ atau ‘happy Pesach’. Ada lima hal penting yang dapat kita pelajari mengenai perayaan Paskah, diantaranya:

  1. Darah (blood). Darah dicurahkan dan dibubuhkan keambang pintu (Keluaran 12:7). Tanpa pencurahan darah, tidak ada pengampunan dosa. Di Bukit Golgota, Daud menanam kepala Goliat. Yesus, yang adalah keturunan Daud menginjak makam Goliat di Bukit Golgota untuk kedua kalinya ketika Dia mengalahkan maut diatas kayu salib. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diberi Tuhan kesempatan menginjak Goliat untuk ketiga kalinya. Hidup kita dijamin oleh darah Yesus, supaya setiap kuasa gelap tidak dapat menguasai hidup kita.
  2. Domba panggang, yang dihancurkan, dirusak sampai habis, domba jantan yang tak bercela (lambang pribadi Tuhan – Keluaran 12:4). Segala sesuatu yang sulung (yang pertama) itu penting, harus benar, dan diberikan yang terbaik bagi Tuhan. Domba panggang berbicara mengenai pengorbanan.
  3. Roti yang dipecahkan. Tuhan mengorbankan diri-Nya diatas kayu salib untuk menjamin hidup kita setiap hari senantiasa dapat menggenggam ‘roti’ (tidak akan kelaparan dan berkekurangan). Kita mempunyai ‘roti hidup’ yang memberi kita jaminan hidup dimasa depan. Jika kita makan dari ‘roti hidup’, maka hidup kita akan dijamin Tuhan seumur hidup. Roti tak beragi merupakan lambang kehidupan yang Tuhan berikan. Tuhan menghendaki kita bekerja dengan sukacita, bukan kerja dengan terpaksa (ciri kehidupan di Mesir).
  4. Empat cawan anggur (Keluaran 6:6-7). Anggur itu: (1) menguduskan, memisahkan, hidup kita dibuat berbeda dengan hidup dunia; (2) melepaskan, pembebasan, tangan orang dunia tidak dapat menyentuh kehidupan kita, artinya ketika penghakiman atas dunia turun, maka penghakiman itu tidak akan menimpa kita; (3) menebus. Goncangan-goncangan yang terjadi merupakan rencana Tuhan yang ajaib bagi kita, bukan simbol penghukuman seperti yang dialami orang dunia. Kita sama sekali tidak berhutang pada dunia ini; (4) penerimaan.
  5. Sayur pahit dihantamkan pada pinggan berisi air asin, merupakan lambang Tuhan yang membelah laut merah (berbicara mengenai terbelahnya jalan untuk keselamatan) dan menghalau seluruh pasukan Firaun. Tuhan menganugerahi kita jalan keselamatan, Dia mencabut segala sumbat rohani – sumbat yang menghalangi kesehatan dan usaha untuk kita lebih dekat dengan Tuhan.