Sifat Urapan

ps Philip Mantofa

Apa yang Yesus mulai, harus kita lanjutkan dan selesaikan. Kita bisa menangkap estafet Yesus dari perintah terakhir-Nya, yaitu Amanat Agung, sebelum Dia terangkat ke Surga. Perintah terakhir-Nya harus menjadi perhatian pertama kita. (Kisah Para Rasul 2:1-2) kalimat ‘tiupan angin keras’ menjelaskan sifat dasar urapan Allah untuk memampukan kita melaksanakan kehendak Allah. Kata ‘tiupan’ sama maknanya dengan ‘dorongan’ untuk melaksanakan kehendak Allah. Urapan Roh Kudus selalu mendorong kita untuk maju dalam rencana-Nya (tidak pasif). Jadilah orang yang bergerak dalam Tuhan. Orang yang diurapi, tidak akan kekurangan minyak. Kata ‘angin’ berarti roh (dalam bahasa Ibrani/Yunani), kuasa Roh Kudus yang mengimpartasikan kehidupan. Orang yang diurapi, akan membuat segala yang dijamahnya menjadi hidup. Kata ‘keras’ berarti urapan memiliki kemampuan untuk menyingkirkan musuh-musuh kita. Urapan itu mempunyai dua sisi, kepada anak ia lembut, tapi kepada musuh ia garang. Kita harus menghargai urapan, supaya urapan itu berguna bagi kita.

(Kisah Para Rasul 2:3) pastikan kita pergi ke tempat yang Tuhan perintahkan, supaya kita mengalami perkara supranatural bersama Tuhan. Prinsip urapan: ‘api’ turun keatas ketaatan. Jangan pernah punya mental kekurangan. Saat datang beribadah, carilah tujuan Tuhan. (Kisah Para Rasul 2:4) saat Pentakosta, ada dua tempat secara kerohanian orang Kristen yang ditebus darah Kristus melalui pencurahan Roh Kudus, diantaranya: Babel (adanya berbagai bahasa agar tercerai berai) dan Eden. Melalui peristiwa Pentakosta, ada berbagai bahasa dimana banyak orang diutus kemana-mana untuk mempersatukan. Urapan itu tak mengenal batas. Jika bisnis kita diurapi Tuhan, maka bisnis kita akan dibuat-Nya berhasil. Jika seseorang diurapi, imannya akan naik. Urapan itu akan bekerja, deras mengalir saat kita serius membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. (Kisah Para Rasul 2:13) urapan membuat hidup kita berbeda, menjadi ancaman bagi roh-roh jahat. (Kisah Para Rasul 2:17) salah satu efek urapan pada anak kecil (bernubuat); pada anak muda (mendapat visi); pada orangtua (mendapat mimpi, berarti melamun seperti anak muda dengan gairahnya memikirkan masa depannya). Urapan tidak mengenai usia dan tubuh jasmani seseorang. Urapan itu menghapus putus asa. Ketika dunia berkata segalanya sudah terlambat, justru saat itulah urapan bekerja. Ketika kita merasa tidak mampu, datanglah ke Tahta Allah, mintalah Tuhan mengurapi kita, maka Tuhan akan membuat kita meraih kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s