The Annointing of Holy Spirit

ps Philip Mantofa

Urapan itu berbeda dengan hadirat Allah; urapan itu kuasa. Kita perlu kuasa rohani untuk melaksanakan kehendak Tuhan dan menyelesaikan setiap pekerjaan-Nya. Kitab Kisah Para Rasul merupakan kisah Roh Kudus (the acts of Holy Spirit), bukan kisah mengenai rasul-rasul (the acts of the apostles), karena dibalik semua kisahnya merupakan pekerjaan dan perbuatan Roh Kudus, Allah yang supranatural dan luar biasa. Kita harus membangun kemitraan dengan Roh Kudus. Tuhan adalah kepala gereja; hamba Tuhan (pendeta) adalah perwakilan-Nya. Roh Kudus adalah Tuhan didalam gereja. (Kisah Para Rasul 1:1-3) Kisah Para Rasul adalah sebuah surat yang ditulis kepada Theofilus yang agung. Theofilus artinya a friend of God; seseorang yang dikasihi Tuhan. Kita pun adalah sahabat-sahabat Allah yang dicintai-Nya. Jangan pernah melihat kitab Kisah Para Rasul sebagai sebuah kitab khusus para pendeta, karena kitab ini ditulis juga untuk kita, sahabat-sahabat-Nya. (Kisah Para Rasul 1:4) Roh Kudus adalah penghibur dan pengacara kita.

(Kisah Para Rasul 1:6-7) Satu hal mengapa urapan tidak pernah hadir dan kuasa tidak pernah nyata dalam kehidupan seseorang, karena ia tidak pernah sepikir, sejalan, dan selaras dengan Tuhan. Kebocoran yang terjadi dalam berkat, bukan karena tangan Tuhan terlalu pendek untuk menjangkau, bukan karena telinga Tuhan tuli untuk mendengar seruan kita, tapi karena pikiran kita tidak selaras dengan Dia. Seringkali kita membawa masalah kita saat menghampiri tahta Allah, itu sebabnya masalah selalu tinggal dan tidak hilang. Namun, jika kita membawa hati kita menghampiri tahta Allah, maka hati kita akan mengalahkan segalanya. Jangan jadikan masalah sebagai pusat perhatian utama kita. (Kisah Para Rasul 1:8) Urapan juga berbicara mengenai minyak, apakah kerohanian kita kering, mati, atau menyala-nyala? Perintah Tuhan yang terakhir ini harus menjadi prioritas utama kita, yaitu pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan (His last command become our first concern).

(Kisah Para Rasul 1:9-11) Banyak kerohanian orang Kristen selangkah lebih lambat dari orang lain. Bangun keintiman dengan Roh Kudus sedemikian rupa, supaya kita bisa melangkah selangkah lebih maju, lebih awal dari orang lain, selaras dengan langkah Tuhan. Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Jika kita mau masuk kedalam waktunya Tuhan, maka berikanlah waktu kita untuk-Nya. Hati adalah syarat untuk kita dipakai dan diurapi Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s