Kekanak-kanakkan Rohani

ev. Onna Tahapary

Apakah dengan kita banyak mendengar Firman hingga hari ini, kita ditemukan sebagai pribadi yang sedang berjalan menuju pendewasaan, atau pribadi yang masih menjalani suatu kehidupan kekanak-kanakkan. (1 Korintus 3:1-4) saat menggembalakan jemaat di Korintus, Rasul Paulus mengalami ‘frustrasi penuh’, karena ia menemukan realita kekanak-kanakkan rohani. Ada tiga hal yang harus diperhatikan mengenai sikap kekanak-kanakkan rohani, diantaranya:

Kita membangun hubungan dan memperlakukan sesama secara tidak rohani. Orang dewasa hanya teruji melalui perbuatan yang ia ekspresikan melalui hubungannya dengan sesama. Jika kita membangun hubungan terhadap orang lain dengan cara yang tidak benar, kita sedang berperilaku kekanak-kanakkan dalam kehidupan. (1 Petrus 1:3) semua orang yang dilahirkan kembali karena Kristus bangkit, akan mempunyai hidup yang penuh dengan pengharapan (Kolose 1:27). Pengharapan adalah harapan untuk bisa memiliki kemuliaan dalam diri. Kemuliaan, bukanlah cahaya berbinar yang nampak dalam kehidupan kita, tapi kemuliaan adalah bobot dari kualitas Kristus yang mengakar dalam kita. Semua orang yang percaya bahwa Yesus bangkit dan mengalami kelahiran baru akan mempunyai pengharapan untuk memiliki kualitas Kristus yang mengakar dalam dirinya. Orang yang lahir baru adalah orang yang teruji kualitas hidup dan kelakuannya. Semua orang percaya mempunyai potensi menjadi seperti Kristus. (Yakobus 3:11-17) dalam interaksi dengan sesama, kita harus memutuskan untuk:

  1. berhenti iri hati
  2. berhenti fokus mementingkan diri sendiri
  3. berhenti fokus membesarkan dan mengagungkan diri sendiri
  4. berhenti berdusta seorang akan yang lain
  5. teruji dengan sifat yang murni, artinya kaya dengan integritas
  6. teruji dengan sifat suka damai, artinya tidak suka memulai perselisihan, rela berkorban untuk kepentingan hubungan
  7. teruji dengan sifat ramah, artinya inklusif, menerima dan memahami orang lain apa adanya

Kita diketahui kekanak-kanakkan saat kita berlaku tidak adil dalam hidup dan melakukan keberpihakan golongan. Perlakukan orang lain dengan hormat, tempatkan orang lain dalam proporsi yang sebenarnya.

Kita membangun hubungan dan memperlakukan Tuhan secara tidak rohani. Orang yang dewasa secara rohani adalah mereka yang memperlakukan Tuhan secara rohani, artinya konsisten mempercayai Tuhan dan tetap kokoh mempercayai Tuhan meskipun kita belum melihat (eksistensi kemahakuasaan Tuhan tidak terganggu, saat Tuhan belum mengabulkan doa kita). (Markus 16:14) orang rohani memandang segala sesuatu secara rohani, mereka memperlakukan orang lain dan Tuhan secara rohani. Yesus bukanlah tipe pribadi yang suka mencela orang, kecuali ketika Dia mencela orang munafik dan kesebelas murid-Nya. Yesus mencela kesebelas murid-Nya karena mereka memperlakukan Yesus tidak dengan cara rohani, mereka tidak percaya dan degil hati. Tuhan bukanlah pribadi yang kualitas keilahiannya turun karena Dia tidak menjawab doa kita. Degil hati artinya ketika kita sudah melihat, namun kita mengeraskan hati untuk tidak percaya.

(1 Korintus 3:3) Kita menginginkan segala sesuatu terjadi berdasarkan cara, jalan, dan pilihan kita. Pengabdian diri kita seharusnya pada kebenaran, bukan pada dosa; karena itu ubahlah paradigma untuk senantiasa berpikir bahwa segala sesuatu harus terjadi berdasarkan cara, jalan, dan pilihan Tuhan. Tuhan adalah tuan, kita adalah hamba, jangan perlakukan sebaliknya. (Lukas 17:31-33) jika kita menjalankan kehidupan dengan cara dan pola kita, maka kita akan kehilangan kehidupan (realita tanpa makna), tinggal di tempat, dan kehilangan kesempatan untuk bergerak. Orang dewasa adalah mereka yang mengabdi pada tuntunan, arahan, nasihat, pola, cara, dan jalan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s