Finding Rest

ps Daniel Arief Sugianto

Hidup kita diilustrasikan sebagai sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah dan penuh rintangan. Karena itu, kita perlu beristirahat pada tempat-tempat perhentian. Kata ‘rest’ berarti ketenangan dan rasa aman. Semua orang mencari tempat peristirahatan untuk mendapatkan ketenangan, ketentraman dan kedamaian pikiran (roh), emosi (jiwa), dan tubuh (Mazmur 55:7-9). Seorang pujangga asal Yunani, Seneca, mengatakan “Rest is the great need for all people.” Berikut ini kita akan mempelajari nama-nama tokoh dalam Perjanjian Lama, mulai dari Adam hingga Nuh, beserta dengan arti namanya:

From Adam (man) to Noah (rest)

Adam, artinya manusia; karena tidak ada manusia lain yang Tuhan ciptakan sebelum Adam; Set, artinya appointed (ditentukan); Enos, artinya mortal (mati); Kennan, artinya sorrow (menderita); Mahalaleel, artinya the blessed God (Allah yang penuh rahmat); Yared, artinya coming down (turun); Henokh, artinya teaching, advicing (mengajar, menuntun); Metusalah, artinya his dead shall bring (kematiannya akan memberi dampak, kematian Metusalah membawa dampak bencana air bah); Lamekh, artinya despairing (berputus asa); Nuh, artinya rest (ketenangan). Ketika kita memiliki Tuhan, sewajarnya kita memiliki ketenangan, ketentraman, dan damai seahtera. Dari arti 10 nama tokoh Perjanjian Lama tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan yang menunjuk pada pribadi Yesus – “Man appointed to mortal in sorrow, but the Blessed God shall come down to teach, and His dead shall bring all of the despairing, rest!” Tuhan telah merancangkan sesuatu hal yang terbaik bagi kita melalui karya penebusan Yesus, dan rest yang berasal dari Yesus merupakan bagian hidup kita.

Yosua diminta mengkhususkan 6 atau 7 kota yang difungsikan bagi banyak orang untuk mencari ketenangan, disebut sebagai kota-kota perlindungan (Cities of Refuge – Yosua 20:7-8), diantaranya: Kedesh, artinya holy, kadosh (kudus); Shechem, artinya shoulder (pundak); Kiryat Arba, artinya crouching/bend down (membungkuk); Hebron, artinya friendship, fellowship (persahabatan, persekutuan); Bezer, artinya fortress (perlindungan); Ramoth, artinya exalt/lift up (meninggikan); Golan, artinya joy/happiness (sukacita, kebahagiaan). Dari 7 nama kota perlindungan tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan mengenai seorang pribadi Yesus yang kudus, yang merendahkan diri-Nya sedemikan rupa untuk misi persahabatan untuk memberikan perlindungan dan mendatangkan sukacita dan kebahagian bagi kita yang percaya kepada-Nya (Holy shoulder, which bend down in friendship to protect, to lift up and to give joy and happiness.) Mazmur 91 hanya terjadi bagi orang-orang yang diam dikota kota perlindungan tersebut.

Kita telah disucikan oleh darah Yesus di atas kayu salib. Dia berikan kekudusan-Nya bagi kita. Kita kaya bukan karena perbuatan kita, tapi karena perbuatan Kristus 2000 tahun yang lalu, Dia memberi kita kesejahteraan. Inilah bukti kepedulian Tuhan. Karena itu, marilah kita berlari sedemikan rupa pada Yesus. (Yosua 20:6a) rasa aman kita ada kadaluarsanya sampai Imam Besar kita mati dan hidup sampai selama lamanya (Ibrani 6:20). Kita adalah Benjamin Generation (Ulangan 33:12), God’s beloved and the bride of God. Sadari bahwa Allah mengasihi kita. Benyamin sadar bahwa dirinya dikasihi Tuhan, maka apapun yang terjadi, ia tetap tinggal dengan tentram. (Kejadian 43:29; Roma 5:2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s