Berjalan Dalam Kuasa Untuk Menghadapi Tahun 2015

pdm Stevannus Yordan

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20) Dalam 1 Raja-Raja 19:19-20 kata ‘jubah’ menandakan kekuasaan, otoritas, kehormatan, dan anugrah. Tuhan membukakan berkat Surga dan bumi, seluruh aspek kehidupan kita akan diberkati Tuhan. “Cain left the presence of God and lived in No-Man’s-Land, east of Eden.” (Genesis 4:16 – The Message Bible) Kata ‘left the presence of God’ artinya meninggalkan hadirat Allah. Kita bukan hidup mengejar kasih karunia, tapi kita harus hidup dekat dengan hadirat Allah. Saat manusia meninggalkan hadirat Allah, manusia mudah hidup dalam tuduhan. Semakin daging kita muncul keluar, semakin kita akan tertuduh. Ketika Elisa menerima jubah Elia, Elisa belum menerima kuasa Elia. Namun, setelah Elia terangkat ke Surga (2 Raja-Raja 2:12-14), Elisa berjalan dalam kuasa Elia. Tanpa usahanya sendiri, Elisa mendapatkan jubah seorang nabi. Tanpa kita sadari, seringkali kita banyak menerima berkat Tuhan yang bukan hasil usaha kita sendiri, terutama berkat keselamatan yang merupakan anugrah terbesar. Seringkali anak Tuhan, meskipun mendapat banyak anugrah Tuhan, namun tidak maksimal dalam kehidupan yang seharusnya penuh dengan kuasa. Dua bagian dari Roh Elia berbicara mengenai double blessing.

Ada tiga hal yang harus kita perhatikan untuk berjalan dalam kuasa Tuhan, diantaranya:

  1. (2 Raja-Raja 2:5) jaga perkataan kita. Kata ‘diamlah’ berbicara mengenai himbauan untuk menjaga ketenangan. Tahun 2015, kita harus menjaga perkataan dan ucapan kita, jagalah kedamaian dengan semua orang. (2 Raja-Raja 2:14) Sekalipun kita benar-benar mendengar suara Tuhan, janganlah hal ini membuat kita sombong, menghakimi orang lain, dan membuat kita mengucapkan kata-kata yang akan kita sesali kemudian.
  2. (2 Raja-Raja 2:6) jaga komitmen kita dengan Tuhan. Dalam 2 Raja-Raja 2:2 kata ‘tidak akan meninggalkan’ ditulis dengan bahasa lain ‘azab’ artinya ‘saya berkomitmen’. Memasuki tahun 2015 mari kita berkomitmen tetap bersama dengan Tuhan.
  3. (2 Raja-Raja 2:7) berani membayar harga untuk tetap berada dijalan Tuhan (mengambil resiko mengikut Tuhan). Perlengkapi diri kita dengan sikap yang benar untuk mengalami Kuasa Tuhan. Goncangan yang terjadi pada anak-anak Tuhan akan membuat mereka semakin sungguh-sungguh, untuk naik level pada Tuhan. Semua milik kita datangnya dari Tuhan, jangan sombong dan mencuri kemuliaan Tuhan, jangan hidup nyaman dengan keadaan kita. Nabi-nabi lain selain Elisa tidak berani mengambil risiko untuk menerima kuasa yang sama dengan Elisa. Tahun ini, kita akan banyak dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang penuh risiko. Putuskan sebuah pilihan yang merupakan pilihan dari Tuhan. Untuk kita tau kehendak Tuhan, kita harus hidup bergaul intim dengan Dia. Jika kita sudah mengetahui kehendak-Nya, taatlah untuk melakukannya. (1 Korintus 15:45-47) perbanyak hubungan roh kita dengan Tuhan, janganlah hidup dalam daging, tapi hiduplah dalam roh, banyak masuk dalam hadirat Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s