Prinsip-Prinsip Pelipatgandaan Mujizat

ev Onna Tahapary

Tahun 2015 adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat. Ada tiga prinsip pelipatgandaan mujizat (Matius 14:14-21):

  1. Respect the sovereignty of God. Hormatilah Kedaulatan Tuhan. Dalam Matius 14:19, Yesus menengadah dan menyoroti kepada gerbang Surga. “Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.” Semua orang berhak mendapatkan mujizat dan pelipatgandaan mujizat, namun hal itu hanya dapat terjadi karena adanya Kedaulatan Tuhan (Lukas 11:9-11). Kita boleh meminta apapun, mencari kemanapun, dan mengetuk pintu berkali-kali, namun kita harus tau bahwa hanya Tuhan yang mempunyai pintu dan Dialah yang berkuasa untuk membuat keputusan. Berhentilah memanipulasi Tuhan untuk menjawab segala keinginan kita dengan segala macam alasan, bahwa kita sudah melayani Dia, sudah memberi banyak, dan memberikan berbagai alasan betapa sulit dan kasihannya hidup kita. Tuhan akan memberkati kita sesuai takaran waktu yang tepat dengan kita. (Kejadian 49:25) Jika kita sadar bahwa hanya Tuhan yang memberi berkat bagi kita, maka kita boleh minta apa saja kepada Tuhan, tapi jika kita tidak mendapat apa yang kita minta, janganlah kita lekas marah, karena Tuhan pasti mempunyai pertimbangan tertentu atas semuanya. (Keluaran 3:6-8) apapun pergumulan yang terjadi didalam hidup ini, Tuhan memperhatikan dalam Kedaulatan-Nya, Dia mendengar seruan kita, dan Dia tau apa yang kita rasakan, Dia akan melepaskan dan memberi tuntunan tanpa kita memanipulasi Kedaulatan-Nya.
  2. Say a blessing and stop cursing all your limitations. Perkatakanlah berkat dan berhentilah mengutuki dengan kata-kata yang tidak patut akibat segala keadaan dan keterbatasan yang kita alami. Belajarlah untuk memberkati apa yang tersedia dihadapan kita, dan janganlah mengutuki apa yang tidak tersedia yang kita inginkan. Dalam kisah lima roti dan dua ikan, Tuhan memberkati dan mengucap syukur atas apa yang ada ditangan-Nya. Dalam keterbatasan makanan yang dimiliki saat itu, Tuhan tidak mengutuki keadaan dan bersungut-sungut. Bangunlah kebiasaan bersyukur dan memberkati dalam keterbatasan kita, dan jangan sangkal realita hidup kita.
  3. Dedicate your life to bless othersTujuan akhir dari pelipatgandaan mujizat adalah untuk memberkati orang lain. Tuhan akan memberkati kita dengan cara yang unpredictable, tapi pada akhirnya, tujuan Tuhan memberkati kita adalah supaya kita membagikan berkat itu kepada orang lain. Mari gerus sifat selfish didalam diri kita dan orientasi me, myself, and i. Tujuan Tuhan memberkati kita, bukanlah supaya berkat itu stuck dalam hidup kita. (Lukas 6:38) Kecukupan kita seharusnya menjadi kelimpahan bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s