Respon Ditengah Kesesakan

pdm.Uung Tanuwidjaja

“Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91:15) Orang yang rajin beribadah dan membaca Firman Tuhan tidak menjadi jaminan bahwa mereka tidak akan mengalami kesesakan. Pada 24 September 2014 pukul 18.00 waktu Israel, menurut penanggalan Yahudi, bangsa Israel akan merayakan tahun baru dari tahun 5774 (Ayin Dalet) memasuki tahun 5775 (Ayin Hey). Kata ‘hey’ berarti nafas Allah (Sabat). Hari sabat merupakan hari ketujuh dari penciptaan Tuhan. Memasuki tahun Ayin Hey, kita harus banyak berdiam diri, menantikan Tuhan, dan tinggal dalam hadirat Tuhan. Ada empat hal yang dilakukan Raja Daud ketika ia mengalami kesesakan, diantaranya:

  1. “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31) kita harus menanti-nantikan Tuhan, supaya kita mendapat kekuatan baru. Ingatlah bahwa Tuhan adalah segalanya, Dia lebih besar daripada masalah yang kita hadapi.
  2. “Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.” (Mazmur 33:17) kita harus senantiasa berharap pada Tuhan, carilah Dia.
  3. “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8) kita harus hidup mengandalkan Tuhan. Kata ‘mengandalkan Tuhan’ berbeda maknanya dengan mengharapkan Tuhan. Serahkan segala (sesederhana apapun) kehidupan kita pada Tuhan. “Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!” (Yeremia 17:5). Tahun 5775 – Ayin hey merupakan tahun perhentian. Serahkan segala masalah hidup kita, besar ataupun kecil pada Tuhan.
  4. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18) kita harus senantiasa mengucap syukur dalam segala hal (Mazmur 107:8; 116:17). Merupakan suatu hal yang mudah bagi kita untuk mengucap syukur ketika hidup kita sedang diberkati, tapi ketika berbicara korban syukur, berarti ada sesuatu yang tidak mengenakan, namun kita harus tetap bersyukur. Korban itu berbicara mengenai suatu yang menyakitkan, namun value yang dihasilkan dari sebuah korban ucapan syukurnya lebih besar daripada ucapan syukur ketika hidup kita diberkati. (Yohanes 6:9-13) ada kuasa dan mujizat yang terjadi dalam pengucapan syukur. Saat ini, lebih banyak orang mendengar mengenai mujizat daripada mengalami mujizat itu sendiri. (Filipi 4:6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s