Menderita Bagi Kristus

ps.Bambang Jonan

“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29) “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” (Mazmur 90:10)

Jika kita melihat kekristenan dari sudut pandang kelimpahan, berarti kita hanya melihat kekristenan dari sudut pandang yang sangat sempit. Mazmur 90:10 merupakan salah satu doa Musa. Dari ayat tersebut, kita dapat melihat kebanggaan Musa adalah kesukaran dan penderitaan. Kebanggaan yang dimiliki orang yang lanjut usia adalah kesukaran dan penderitaan yang dihadapinya. Saat berusia lanjut, maka kegagahan, kegantengan, kecantikan, dan stamina manusia akan menurun, namun tekanan, kesukaran, masalah, dan penderitaan justru semakin besar. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan mengalami masa tua. Jika kita tidak bisa luput akan masa tua, berarti kita tidak bisa luput dari tekanan, kesukaran, masalah, dan penderitaan. Ada dua orang dalam Alkitab yang dipanggil Tuhan untuk mengalami penderitaan bagi Kristus, diantaranya:

Musa, namanya berarti diambil dari air. Saat bayi, ia diambil putri Firaun, dibesarkan, dan dididik dalam suatu kerajaan yang sangat baik. Musa dipersiapkan menjadi pangeran di Mesir, namun ketika ia bertemu dengan Tuhan, Tuhan berbicara bahwa Musa harus masuk kedalam penderitaan karena nama Tuhan. Sejak saat itu, Musa masuk kedalam penderitaan, ia harus berhadapan dengan Firaun dan membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir, masuk ke Tanah Kanaan dalam kondisi umat-Nya bersungut sungut setiap hari. Ia menerima panggilan Tuhan dari statusnya sebagai seorang raja yang dilayani menjadi hamba Tuhan yang melayani. (Ibrani 11:23-26) ketika berada dalam tekanan bersama dengan umat Tuhan, Musa berkata bahwa penderitaan yang dihadapinya merupakan suatu kekayaan yang jauh lebih besar daripada segala yang diberikan kepadanya di Mesir. Musa mengalami penderitaan karena Tuhan memanggilnya untuk masuk kedalam penderitaan, bukan karena dosanya. (Lukas 24:26) penderitaan adalah pintu masuk menuju kekekalan dan kemuliaan. Kekayaan, jabatan, dan segala kemegahan yang kita miliki saat ini akan berhenti saat kita bertemu dengan Tuhan. Kekristenan berbicara bahwa kita diberkati bukan hanya saat kita berada dibumi, tapi kita juga diberkati dalam kekekalan di Surga. Kita dipanggil Tuhan bukan sekedar untuk menerima berkat, tapi Dia memanggil kita untuk menderita bagi Kristus. Kesukaran dan penderitaan akan mengangkat kita untuk menikmati sesuatu yang kekal, bukan sesuatu yang fana. Gereja memerlukan kemuliaan Tuhan. Orang yang memerlukan kemuliaan Tuhan akan sujud menyembah dan menangis dibawah kaki Tuhan, mereka akan menyadari betapa besarnya Tuhan dan betapa tidak berarti dan tidak ada apa-apa dirinya. Untuk melihat kemuliaan Tuhan, kita harus mengalami penderitaan. Ketika kita mengalami kesukaran dan penderitaan, maka kemuliaan Tuhan sedang berada di atas kita. Jangan kita fokus pada kesukaran dan penderitaan, tapi fokuslah pada kemuliaan Tuhan.

Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 9:16). Dalam Filipi 3:8, ketika Rasul Paulus mengalami penderitaan, ia menganggap sampah semua hal yang dikejar manusia. “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10) ketika Paulus dihina, ia merasa dirinya dihibur; ketika ia lemah, ia melihat kekuatan dari Surga berlimpah-limpah atas hidupnya. (Roma 8:17) ada janji-janji tertentu yang tidak bisa kita akses kecuali kita menderita bagi Kristus, kita dipanggil untuk memikul salib (Lukas 24:26). Kita harus memikul salib, karena kita akan masuk kedalam kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan. Ketika Musa dan Rasul Paulus berada dalam kesukaran dan penderitaan, mereka melihat kemuliaan Tuhan. Tuhan memanggil kita bukan sekedar untuk mengalami kasih karunia Kristus, namun kita juga dipanggil untuk menderita bersama-sama dengan Dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s