Misi yang Menghargai Proses

ev.Onna Tahapary

Tuhan datang kedunia ini membawa misi penebusan untuk mengembalikan manusia pada citra-Nya. Kita adalah masterpiece-nya Tuhan. Dosa telah menggugurkan citra Allah tersebut. Misi berkaitan erat dengan proses. ‘Gereja’ berbicara mengenai diri kita sebagai individu dan diri kita sebagai komunitas. Jangan terjebak dalam misi praktis, karena misi sesungguhnya harus dijalani berdasarkan proses yang ada, melalui tahap demi tahap, hingga menuju kesempurnaan. (Yohanes 3:16) Tuhan mengajarkan kita suatu misi yang menghargai proses, bukan misi praktis. Misi kita adalah berbagi cerita mengenai karya penebusan Allah, supaya orang lain yang belum sungguh-sungguh mengenal Allah, berbalik kembali kepada citra-Nya. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari mengenai misi yang menghargai proses, diantaranya:

  1. Kita harus berani membayar harga yang mahal untuk membawa orang lain kembali kepada citra Allah. Harta terbesar setiap keluarga bukanlah uang, melainkan anak. Allah mengirimkan Anak-Nya kedunia ini, Dia memberikan harta terbaik, putra tunggal-Nya untuk sebuah kepentingan; untuk menderita, menjalani segala sesuatu yang semula tidak terbatas menjadi terbatas didunia, lahir sebagai seorang anak tukang kayu didalam palungan, bukan sebagai seorang anak raja yang lahir didalam istana. Kita harus berani menginvestasikan uang, waktu, pemikiran, dan hal-hal berharga lainnya yang kita miliki untuk kepentingan jiwa-jiwa. Esensi misi adalah kita harus berani ‘keluar’ banyak untuk menuai hasil yang banyak. Jiwa-jiwa jauh lebih berharga daripada uang dan waktu kita. Tuhan memanggil kita untuk memberkati kita dan menjadikan kita kepanjangan tangan Tuhan, karena itu kita harus berani membayar harga yang mahal untuk menarik kembali jiwa-jiwa kepada citra Allah. Orang lain harus memahami Yesus sebagai pribadi yang melalui proses kehidupan yang benar, bukan Yesus yang praktis. Kita harus menerjemahkan Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal Dia dalam proporsi yang sebenarnya. Jangan memaksa orang lain bertobat dengan cepat, karena manusia bukanlah robot. Untuk menuntun seseorang kepada pertobatan dan kebenaran, kita harus membayar harga lebih banyak. Kita tidak boleh menginvasi cara Tuhan bekerja. Kita harus melebarkan kapasitas kita untuk memahami bahwa orang lain membutuhkan proses untuk berbalik kepada kebenaran. Untuk menjalani misi yang berproses, orientasi kita haruslah berfokus pada manusia, bukan pada keterbatasan fasilitas dan kebendaan.
  2. (Kisah Para Rasul 16:6-7, 9-10) misi itu bukan seruan dari luar, tapi tuntunan dari dalam. Kita harus menginjil. Kita hanya akan kaya dengan teori tapi tetap duduk diam tanpa bertindak, jika kita hanya mengerjakan misi karena seruan dari luar, bukan tuntunan dari dalam. Keberhasilan misi berasal dari dalam yang terekspresi keluar. Semua tindakan yang lahir karena seruan dari luar akan berhenti ditengah jalan. Tanpa tuntunan dari dalam, kita akan mudah lelah dan menyerah dalam menjalani misi.
  3. (Kisah Para Rasul 19:8-10) kegagalan kita menjalankan misi karena kita bertindak berdasarkan prinsip ‘hit and run’. Kita harus menjalankan misi berdasarkan prinsip sustainability (sesuatu yang berdampak secara terus menerus hingga pada kesudahannya membutuhkan adanya pendampingan). Esensi misi adalah untuk mendampingi orang dari nol, melalui tahap demi tahap untuk mencapai kesempurnaan kearah Kristus. Jiwa bukanlah obyek untuk mencari nama dan popularitas. Kita harus memanusiakan manusia. Misi kita adalah mengerjakan apa yang mungkin kita kerjakan. Jangan sekedar memulai misi dengan memberi nasi bungkus saja, tanpa mengarahkan dan mendampingi jiwa-jiwa tersebut pada tujuan akhir, yaitu pengenalan akan Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s