Berjalan Dalam Mimpi Ilahi

pdm.Hendri Sutedja

“Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” (Kejadian 15:5)

Sebelum membuka pintu-pintu mujizat dan mengangkat seseorang menjadi kepala, Tuhan menaruh mimpi atau visi pada kita. (2 Raja-Raja 2:10; Amsal 29:18) kadang Tuhan perlu mengupgrade iman kita untuk melihat visi. Mari berjalan dalam visi Tuhan. Visi Tuhan menguatkan kita saat kita merasa lemah untuk meraih janji Tuhan. Visi Tuhan membuat kita hidup berkemenangan. Firman Tuhan yang disampaikan kepada nabi Yeremia, Amos, dan Zakharia (Yeremia 1:11; Amos 7:8; Zakharia 4:1) adalah Firman yang sama yang Tuhan sampaikan untuk kita. Kita harus hidup berpasangan dengan Tuhan, supaya ketika kita mengalami cobaan hidup, kita tetap bertahan dan keluar sebagai pemenang. Seperti pasangan ganda dalam permainan bulutangkis, maka sebagai pasangan Tuhan, kita harus mengerti dan menyesuaikan diri dengan cara bermainnya Tuhan, yang sanggup mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk berjalan dalam mimpi Tuhan dan mimpi itu menjadi kenyataan, diantaranya:

  1. (Yeremia 1:11-12) perbaiki visi kita (segala yang ada dibenak kita). Penglihatan kita harus senantiasa baik, meskipun keadaan kita dalam kondisi yang tidak baik. Pikiran seringkali menjadi benteng yang menghalangi mujizat dinyatakan dalam hidup kita. Yang kita butuhkan, bukanlah pikiran negatif yang diubahkan menjadi pikiran positif, namun kita membutuhkan pikiran Tuhan yang kita dapat melalui Firman Tuhan. Jangan berpegang pada pikiran kita, tapi tanya Tuhan apa yang Dia ingin kita pikirkan. (Mazmur 19:28) kita membutuhkan kebenaran Firman Tuhan yang harus kita gali dalam dan lebih dalam lagi, berarti ada harga yang harus kita bayarkan untuk melakukan sesuatu yang lebih daripada apa yang telah kita lakukan dihari sebelumnya.
  2. (Yesaya 44:2) perbesar mimpi, visi dan harapan kita. Orang yang berani bermimpi akan menghadapi tantangan besar dan mengalami kegagalan, tapi jangan menyerah dan teruslah bermimpi lebih besar. Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah puas dengan kapasitas yang kita miliki sekarang, Dia akan selalu melipatgandakan kapasitas kita. (2 Petrus 1:2; Kisah Para Rasul 1:8) jangan batasi kuasa Tuhan. Kita harus berharap lebih lagi. Jika kita berani bermimpi, berarti kita harus berani memancangkan kokoh patok-patok kita (menghadapi tantangan). Kita tidak boleh menjadi orang dengan mental rata-rata, tapi kita harus memiliki mental progresif yang visinya selalu mengalami kemajuan. Tantangan tidak akan membuat iman kita menjadi lemah, tapi membuat kita menjadi lebih kuat. Melalui tekanan, para pemimpi akan semakin bergantung pada Tuhan. Orang yang berjalan dengan iman, akan melihat bagaimana berjalan dengan tangan Tuhan. Mimpi tidak pernah dibatasi oleh usia. Kita harus membentangkan tenda kita, berarti kita harus memperbesar kapasitas kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Jangan berhenti berjuang dan belajar sampai visi Tuhan digenapi dalam hidup kita.
  3. (Kolose 3:23) percayakan visi kita pada Tuhan, karena hanya Tuhan yang mampu menggenapi visi tersebut. Kita harus mengikuti gaya bermainnya Tuhan, jangan batasi Tuhan untuk mengikuti gaya bermainnya kita. Tingkatkan keintiman kita dengan Tuhan. Fokuslah menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk mencari popularitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s