Attitude

ps.Andreas Soestono

“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” (2 Korintus 8:1-2). Sikap bukan terjadi dengan sendirinya; sikap merupakan suatu pilihan dan keputusan. Kita tidak dikendalikan perasaan; kita tidak bisa mengandalkan hidup kita dengan perasaan. Ada empat hal yang harus kita tanamkan untuk memiliki sikap yang luar biasa, diantaranya:

  1. Bidiklah sasaran (tujuan) yang benar dalam hidup ini. Kita harus menjadikan Tuhan sebagai tujuan utama hidup ini. Hidup kita tidak ditentukan bernilai karena kita memiliki kekayaan dan kemashyuran. Sasaran (tujuan) hidup kita menentukan penampilan kita. Jika kita tau bahwa sasaran hidup kita adalah Tuhan, maka kita tidak akan memusingkan perkataan orang tentang kita, tapi fokus pada perkataan Tuhan bagi hidup kita.
  2. Ikutlah perlombaan yang benar (Ibrani 12:1). Hidup ini diumpamakan sebagai sebuah perlombaan. Setiap orang memiliki pertandingannya masing-masing, karena itu kita tidak perlu bersaing dengan orang lain. Jangan mengambil pertandingan orang lain dan hidup menjadi seperti orang lain. Kita harus percaya dengan diri sendiri. Be yourself!
  3. Sadarilah apa yang memuaskan jiwa kita (Matius 6:31-33). Kepuasan diri adalah akibat sampingan dari suatu kehidupan yang dipusatkan pada kebenaran. Jangan berfokus pada akibatnya, tapi fokuslah pada yang utama. Kejarlah hidup dalam kebenaran, maka otomatis kita akan mendapatkan kepuasan (Matius 7:12).
  4. Ciptakan kepuasan dalam diri sendiri. Jangan menciptakan ruang yang bukan berisi kebenaran. Dalam Filipi 4:11-12, Rasul Paulus menulisnya ketika ia berada dalam tahanan; ia mempertahankan sikap ilahi, karena ia tau tujuan hidupnya (kebenaran akan Allah) lebih besar daripada kepuasan dirinya sendiri. Kepuasan tidak dapat diletakkan berdasarkan standar hidup ini. Tempatkan diri kita didalam Tuhan, maka kita akan memperoleh kepuasan dengan sendirinya. Dalam hidup ini, hanya Tuhan yang dapat memberi kita kepuasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s