The Law of Capacity

ev.Timotius Adi Tan

(Matius 25:14-19) Hukum kapasitas adalah hukum daya tampung. Barangsiapa taat kepada hukum akan menerima berkat; barangsiapa melanggar hukum akan menerima konsekuensi. Kita ingin mendapat berkat Tuhan yang besar dalam hidup, namun seringkali kita hanya datang pada Tuhan dengan membawa kapasitas kita apa adanya. Jika kita datang pada Tuhan hanya membawa bejana yang kecil, maka kita juga hanya akan menerima berkat sebesar bejana kecil tersebut, namun jika kita datang pada Tuhan membawa bejana yang besar, maka berkat Tuhan akan mengalir sebesar kapasitas tersebut dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah bisa memakai diluar kapasitas kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang adil. Tuhan memberi kapasitas sesuai kemampuan kita. Kita tidak boleh iri hati karena kesuksesan dan keberhasilan orang lain, sebab Tuhan memberikan pada kita menurut kemampuan kita. Jika kita diberi melebihi kapasitas, maka kita akan menjadi rusak. Ada tiga hukum untuk memperluas kapasitas, diantaranya:

  1. The law of investment (hukum investasi). Apa yang kita miliki hari ini? Berinvestasilah di sana (Matius 25:16).
  2. The law of resposibility (hukum tanggung jawab). Kita harus setia terhadap hal-hal yang kecil. Barangsiapa yang setia terhadap hal-hal yang kecil, maka Tuhan akan memberikan hal-hal yang lebih besar. Hal-hal yang kecil jika dilakukan dengan cinta yang besar akan menghasilkan berkat besar yang dilimpahkan (Matius 25:19).
  3. The law of learning (continuesly improvement). Kita harus selalu belajar setiap hari (Matius 25:15). Tuhan seringkali mengizinkan masalah terjadi untuk mengguncangkan hidup kita dan membawa kita mengalami sebuah lompatan, sehingga kita mampu memperluas kapasitas lebih besar lagi. Orang yang mau memperluas kapasitasnya, harus memiliki hati yang besar, salah satunya dengan kerendahan hati.

Tuhan bisa memakai siapa saja untuk membentuk kita; memberi friksi dan gesekan untuk memperluas kapasitas kita. Salah satu orang yang paling membentuk kita adalah pasangan kita, sahabat kita, dan keluarga kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib, Dia paling tau bagaimana memperluas kapasitas kita dengan menempatkan kita pada orang-orang yang tepat. Orang tidak menjadi luar biasa dalam Tuhan, karena dalam hidupnya tidak pernah sungguh-sungguh. Jika kita secara sederhana merenungkan Firman Tuhan setiap pagi selama 10-15 menit saja, maka hidup kita akan diperluas kapasitasnya. Ada delapan kapasitas yang perlu diperluas supaya kita menjadi pribadi yang berguna dan berbuah, diantaranya (2 Petrus 1:5-8):

  1. Iman, adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Gedung setinggi dan semegah apapun, jika dasarnya tidak kuat, maka gedung tersebut akan mudah rubuh. Jika dasarnya tidak kuat, kita akan menjadi sombong ketika meraih kekayaan, keberhasilan, dan kesuksesan.
  2. Kebajikan, adalah nilai-nilai yang kita hidupi.
  3. Pengetahuan yang kita pelajari setiap hari dan yang kita miliki. Menurut Ed Cole, manusia dibatasi oleh tiga hal, yaitu pengetahuan dikepalanya, nilai-nilai yang dihidupinya, dan iman didalam hidupnya. Berkat yang tak ada batasnya terjadi saat kita memiliki pengetahuan, karakter, dan iman didalam Kristus ‘bertabrakan’ dengan kesempatan yang Tuhan sediakan. Kesuksesan merupakan sebuah hukum tabur tuai dalam kehidupan kita. Jadikan Tuhan yang terutama, andalkan Dia, dan jangan memakai kekuatan sendiri.
  4. Penguasaan diri.
  5. Ketekunan.
  6. Kesalehan.
  7. Kasih kepada saudara.
  8. Kasih kepada semua orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s