The Heavenly Calling

ev.Onna Tahapary

(Efesus 4:1) Tuhan melihat hidup kita mungkin lebih baik daripada orang lain yang menurut kita hidupnya lebih baik. Kita tidak pernah mengerti dari sisi mana Tuhan menimbang, lalu memutuskan untuk kita bisa dipakai Tuhan. Jangan lari dari panggilan Tuhan, karena kita adalah orang khususnya Tuhan. Segala kejahatan dan ketidaktaatan kita tidak bisa dipertahankan sampai akhir, karena itu akan menghalang (memperlambat) maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Paulus dipanggil dan diproses dalam pelaksanaan panggilan, supaya segala hal baik yang dimiliki dalam hidupnya muncul ke permukaan; dan hal-hal dagingnya terkikis secara natural. Hidup kita harus berpadanan (selaras) dengan panggilan itu. Ada banyak panggilan dalam hidup kita, tapi kita harus fokus menyelesaikan panggilan itu. Paulus menyebut kata ‘berpadanan’ untuk menyelesaikan panggilan Tuhan. Ada dua arti kata ‘berpadanan’ yaitu hidup selaras dengan panggilan dan mengikuti aturan main dari panggilan itu. Jika kita dipanggil sebagai orang benar, maka hidup kita harus selaras dengan panggilan itu, menjadi orang benar (ada aturan mainnya; orang benar itu berkaitan dengan hal integritas, tidak munafik, berpikiran dan berlaku benar). Jika kita dipanggil sebagai Hamba Tuhan, maka kita tidak boleh menjadikan Tuhan sebagai pembantu kita.

(Filipi 3:13-14) jika kita sudah mengetahui panggilan Tuhan, maka kita harus membuang yang dibelakang dan meraih yang baru (semua prinsip kebenaran), dan biasakan diri kita menjadi pribadi yang secara natural menggenapi panggilan Tuhan dengan berlari (tidak bersantai) dan terfokus untuk menyelesaikan pertandingan hingga garis akhir. Jangan menoleh kekanan kekiri dan bersantai, tapi sadari bahwa waktu kita sedikit dan kita sedang berlomba dengan waktu. Kita harus serius menggenapi panggilan Tuhan dan fokus menyelesaikan panggilan Tuhan itu. Tidak ada panggilan yang kebetulan dalam hidup kita. Ada hadiah (reward) yang Tuhan sediakan bagi kita, yang berjuang menggenapi panggilan-Nya. Ada dua hadiah yaitu eternity (kekekalan) dan menjadi raja dibumi yang ikut memerintah dengan Kristus sebagai Raja diatas segala raja. Yakinkan kaki kita menapak hingga garis finish. Dalam kekekalan, kita bukan menjadi manusia biasa. Perjuangan kita hari-hari ini sangat worthed untuk mendapatkan reward. Jangan buang waktu dalam hidup ini dan berpikirlah kedepan. (Efesus 1:18) didalam panggilan, ada harapan bahwa didepan, kita akan menikmati kekayaan kemuliaan yang bersumber dari Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s