The Divine Calling

ev.Onna Tahapary

‘Panggilan’ Tuhan mempunyai tujuan supaya kita kembali memposisikan diri dalam mengerjakan panggilan Kristus, baik secara individu maupun komunitas, dan kita semakin tajam mengerjakan panggilan yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan dalam kehidupan. (Roma 11:29) makna kata ‘repentance’ (pertobatan) berarti merasa jijik terhadap dosa, memuntahkannya keluar, dan memutuskan untuk tidak menjilatnya lagi. Tuhan sudah memutuskan untuk melepaskan kasih karunia dan panggilannya bagi kita. Sekali Tuhan melepaskan kasih karunia dan panggilan-Nya, Dia tidak mungkin menyesali dan menariknya kembali. Tuhan tidak iseng memanggil kita. Tuhan tidak iseng melepaskan kasih karunia-Nya pada kita. Ketika Tuhan memutuskan melepaskan kasih karunia pada kita, Dia telah memikirkannya lebih dulu, mempertimbangkannya matang-matang, kemudian Dia membuat sebuah keputusan. Kita bukan produk gagal yang muncul karena keisengan Tuhan. Kita adalah orang yang telah sangat lama diukur dan dipertimbangkan Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang paling efektif untuk mengerjakan dan menyelesaikan tujuan Tuhan. Dia tidak merendahkan diri kita dan Dia tidak menganggap enteng hidup kita.

Didalam ke Maha Kuasaan-Nya, Tuhan memutuskan memanggil setiap orang percaya tidak sebagai sebuah lembaga, kita dipanggil Tuhan by name (nama pernama), karena kita adalah orang yang berharga bagi Tuhan dan Dia mempunyai tujuan atas hidup kita. (2 Timotius 1:9) Tuhan tidak memilih kita untuk tujuan yang acak, Dia tau dengan pasti siapa diri kita, karena itu Dia memilih kita dengan tujuan inti dimana hanya kita yang sanggup menggenapi tujuan Tuhan tersebut. Tuhan memanggil kita dengan panggilan kudus (holy calling, divine calling). Masing-masing orang dipanggil by name karena ada sebuah tujuan, yang orang lain tidak bisa menggenapinya. Jangan underestimate dan merendahkan diri sendiri. Jangan melakukan penipuan dalam cara berpikir kita. Setiap orang bisa dipakai Tuhan. Tidak ada anak emas yang berhasil mengerjakan setiap tujuan Tuhan, setiap kita akan berhasil mengerjakan setiap maksud Tuhan. Kasih karunia dan maksud Tuhan memanggil kita tidak ditentukan dengan mempertimbangkan perbuatan atau dosa kita. Setiap orang bisa berubah, itu adalah masalah waktu dan keputusan. Tuhan tidak pernah mengurungkan maksud-Nya, hanya karena Dia mendapati hidup kita sudah ‘rusak’, Dia mempertimbangkan bahwa ke’rusak’an kita masih bisa diperbaiki dan dipoles, yang terpenting bagi-Nya, tujuan yang Dia tetapkan bagi kita, dapat kita tuntaskan dengan baik.

Ulangan 9:6 menggambarkan cara Tuhan tetap eksis dalam keyakinan berkasih karunia dan dalam memanggil kita. Tuhan tidak pernah menyesal memanggil Israel keluar dari Mesir hingga mencapai Tanah Perjanjian, sekalipun orang Israel tegar tengkuk, karena Tuhan tau betul jika orang Israel bereaksi dengan benar dan terbiasa hidup dalam pertobatan, maka mereka adalah orang yang paling tepat untuk menggenapi maksud-Nya. Jangan menyerah dengan kehidupan ini, karena Tuhan pun tidak pernah menyerah atas kita. Dalam melepaskan panggilan-Nya, Tuhan tidak pernah ‘bertobat’ (menyesal). Dengarkan panggilan-Nya dan tata kehidupan kita. Dalam mengiring Tuhan, Dia mau kita mengalami perubahan yang signifikan dalam cara berpikir dan kehidupan, supaya kita semakin cepat dan ringan untuk mencapai maksud Tuhan dalam kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s