Mengapa Ada Masalah Dalam Hidup Kita?

pdp.Aruna Wirjolukito

(Mazmur 20:7-8) percayalah pada Tuhan, bukan kepada yang lain. (Wahyu 3:7) Kata ‘Filadelfia’ berarti kasih persaudaraan. Tuhan memperkenalkan diri pada jemaat Filadelfia dengan dua ciri, sebagai the righteous one and the holy one (yang kudus dan yang benar). Jemaat di Filadelfia merupakan jemaat dari tujuh jemaat yang Tuhan puji dan tidak pernah diberi sanksi. Tuhan mau umat-Nya hidup benar dan kudus. Ada tiga pihak yang harus bekerjasama untuk sebuah anugerah Tuhan, yaitu: anak kecil, murid Tuhan Yesus, dan orang-orang yang sabar menunggu. Banyak orang yang mampu melihat masa depan, namun hanya Yesus yang mampu melihat sampai dengan kesudahannya melalui Firman-Nya. Kita diberi kuasa untuk mengubah akhir dari bangsa ini. Ada sebelas hal, mengapa ada masalah dalam hidup orang percaya?

  1. Kita tinggal bersama dengan orang fasik, sehingga kita mengalami penghakiman global. Jika orang fasik mengalami penghakiman, maka kita diluputkan Tuhan. Contoh: Nuh.
  2. Sudah mendapat janji dan nubuatan Tuhan, tapi tidak sabar. Ketahuilah bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin. Contoh: Abraham (Kejadian 16:15-16; 17:1).
  3. Tidak berdoa, acuh, dan jalan terus memakai kekuatan sendiri. Jika ada perubahan rencana dalam kehidupan kita, jangan mengeluh. Kita harus hidup seturut dengan Firman Tuhan. Contoh: Yakub.
  4. Kita tau perintah Tuhan, tapi kita tidak menurutinya karena sakit hati. Contoh: Yunus.
  5. Khilaf (melakukan perbuatan yang melukai hati dan mempermalukan nama Tuhan). Jika kita khilaf, lekas bertobat meminta pengampunan pada Tuhan. Kasih Tuhan adalah kasih yang membangun, kasih-Nya adil dan tidak gampangan. Tuhan tidak ingin kita dihukum bersama dengan orang fasik. Contoh: Daud.
  6. Memiliki gaya hidup pendosa. Contoh: Simson, Yudas.
  7. Kita sudah mendapat janji berkat, tapi kita menjadi sombong dan nekad (2 Tawarikh 34:28; 35:20-24). Banyak orang dijanjikan berkat, menjadi tinggi hati dan merasa mampu mengubah rencana Tuhan. Contoh: Yosia.
  8. Sok tau, sok berani, dan tidak cerdik. Contoh: Adonia.
  9. Kita tidak bermasalah, tapi keputusan orang-orang disekitar kita membawa kita dalam masalah, sehingga kita terbawa arus (Kisah 27:11, 21-22, 24). Berdoalah pada Tuhan untuk menyelamatkan sekitar kita. Contoh: Paulus.
  10. Tuhan mau mengajar kita, ada pembelajaran baru (Matius 17).
  11. Tuhan mempunyai rencana untuk sebuah kemuliaan dan kita terlibat dalam rencana Tuhan. Jangan mengatakan bahwa penderitaan sebagai sebuah kekalahan. Tuhan mengetahui iman kita, lakukanlah rencana Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s