Menghalau Bibit Kemiskinan

pdp.Aruna Wirjolukito

(Matius 11:2-4) berhati-hatilah dengan prasangka. Dalam Matius 11:4, “…dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” bukan diperkaya, karena lebih mudah membuat mujizat bagi orang buta, lumpuh, kusta, tuli, dan membangkitkan orang mati daripada memperkaya orang miskin. Orang yang mempunyai banyak uang, tapi tidak bisa berbuat apa-apa dengan uangnya, termasuk kedalam golongan orang miskin. Menurut Firman Tuhan, ada delapan bibit penyakit keuangan yang harus disingkirkan, diantaranya:

  1. Ingin serba instan dan tidak mau membayar harga. Keselamatan itu anugrah, tapi ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Tuhan. Lima ciri orang yang ingin serba instan dan tidak mau membayar harga, yaitu: (1) malas dan suka tidur (Amsal 6:6-11); (2) tidak berhikmat (tidak memiliki hikmat dari Tuhan) dan tidak mau dididik (Amsal 8:18-19). Jika kita mempunyai uang lebih, jangan dihambur-hamburkan; (3) lamban dan tidak rajin. Banyak orang diluar Tuhan memiliki kekayaan berlimpah, karena mereka rajin (Amsal 10:4); (4) menjadi penanggung utang orang lain (Amsal 11:15). Utang adalah pinjaman jatuh tempo yang tidak bisa dikembalikan. Kita boleh meminjam, contoh: kita menggunakan listrik dan air dibulan Mei, kita harus membayarnya dibulan Juni, berarti kita semua adalah peminjam, tapi bukan berutang. Jika tagihan listrik dan air tidak dibayar sampai jatuh tempo, maka tergolong berutang (Amsal 23:4-5). Jenis investasi dan tawaran apapun adalah suatu penyakit jika tujuannya ingin cepat menjadi kaya; (5) menerima suap (Amsal 15:27).
  2. Melakukan dosa perzinahan dan bermain dengan kuasa kegelapan (Amsal 5:9-10).
  3. Menarik riba (mengambil uang darah). Ada berkat yang Tuhan perintahkan kita untuk mengambilnya, tapi ada juga yang Tuhan larang untuk kita mengambilnya. Uang darah (uang yang tidak benar cara mendapatkannya) tidak baik jika kita ambil (Amsal 10:2-3; 28:8). Jika kita meminjamkan uang pada orang lain untuk kebutuhan hidupnya, jangan pernah kita memperhitungkan bunganya.
  4. Kikir (Amsal 28:22). Ada saat menabur, ada saat menyimpan.
  5. Percaya pada harta (orang yang berharap pada harta, yang selalu berusaha menyelesaikan segala sesuatu dengan harta). Jika kita pergi kepada kuasa kegelapan, maka kita sedang mengambil berkat anak cucu kita, jadi kekayaan diambil dimuka, namun lihat akibat yang dirasakan dibelakangnya. Jangan percaya pada kuasa kegelapan, karena semua itu tidak gratis, pasti menuntut imbalan dibelakangnya.
  6. Hidup berfoya-foya (Amsal 23:20-21; 21:17).
  7. Ingin dihormati manusia (Amsal 14:23) adalah mereka yang suka memamerkan kekayaan (Amsal 17:19b); suka mencari perhatian (Amsal 22:16); dan hidupnya boros (Amsal 21:20).
  8. Mengabaikan orang miskin (Amsal 21:13; 22:9). Peraturan orang Yahudi, dilarang menyabit hasil ladang dua kali, karena sabitan pertama adalah untuk kita, sedangkan yang tersisa tidak boleh disabit lagi, karena merupakan bagian untuk orang miskin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s