Gaya Hidup yang Membawa Pertumbuhan

ps.Hosea Budhi

(Yohanes 1:16) Kita menginginkan pekerjaan, penghasilan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik. (Yohanes 1:1) Banyak pintu tertutup yang kita alami, terkadang terlalu lama kita menangisi satu pintu yang tertutup, padahal tidak semua pintu tertutup itu terkunci. Untuk menjadi lebih baik, kita memerlukan stimulus, seperti halnya untuk tubuh menjadi lebih baik, kita memerlukan vitamin. Untuk roh kita menjadi lebih baik, kita memerlukan stimulus berupa kepenuhan Allah yang memenuhi setiap ruang hati kita (lapisan pribadi, keluarga, dan publik). Antara janji sampai dengan penggenapannya, ada sebuah jembatan proses. Jalan pintas hanya membuat proses berhenti. (2 Samuel 23:5b) Menumbuhkan berarti sebuah proses yang tidak langsung diberi. Apapun benih yang saat ini berada dalam genggaman tangan kita, percayalah bahwa Tuhan pasti akan menumbuhkannya. Ada tiga gaya hidup yang harus kita miliki supaya segala yang kita miliki ditumbuhkan Tuhan, diantaranya:

  1. Kita harus hidup dalam perjanjian-Nya (2 Samuel 23:5a). Segalanya diawali Tuhan melalui suatu perjanjian. Contoh: ikatan perjanjian Tuhan dengan Adam, Nuh, Abraham, Daud, dan sebagainya. Tuhan mengikatkan janji-Nya dengan kita, karena Dia tau bahwa kita sulit percaya, dan kita sangat berharga dimata-Nya. Perjanjian Allah sifatnya kekal, teratur dalam segala-galanya, dan terjamin.
  2. Kita harus memiliki kehidupan rohani yang maksimal (2 Samuel 23:2) dengan kepenuhan Roh dan Firman (Kejadian 1:2). Mungkin sesuatu yang ada dalam genggaman tangan kita saat ini masih kosong dan belum berbentuk, kita harus memiliki Roh Allah. Orang lain bisa mengambil sesuatu yang ada dalam hidup kita, tapi Roh Allah tidak akan pernah bisa diambil dari hidup kita. Selama ada Roh Allah, maka pintu-pintu mujizat akan dibukakan. Ketika kita memperkatakan Firman Tuhan, maka bumi akan bereaksi, karena bahan dasar bumi adalah Firman Tuhan (Ibrani 11:3). Hidup kita harus sekualitas dengan Firman Tuhan.
  3. Kita harus hidup dengan orientasi hidup yang tepat (2 Samuel 23:3-4). Ada dua peristiwa dalam Alkitab, yaitu orang buta dan Zakheus. Dalam Lukas 18:35-36, orang buta bertanya, “Apa itu?” dan Tuhan menjawab sesuai pertanyaannya, “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “…supaya aku dapat melihat!” Orientasi orang buta tersebut adalah kebutuhan. Dalam Lukas 19:1-5, orientasi Zakheus adalah Tuhan Yesus. Kejarlah Tuhan, miliki orientasi yang benar pada-Nya, maka kebutuhan kita pasti otomatis dipenuhi-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s