The Kingdom Zone

ps.Mohammad Riza Solihin

(Kejadian 46:28-34) Yusuf mengalami mujizat yang besar dalam hidupnya, sekalipun pada awalnya ia mengalami berbagai kesengsaraan hidup. Karena sikap hati dan responnya benar, Tuhan menyediakan zona nyaman baginya dan mengangkat Yusuf menjadi orang besar di Mesir. Sebagai orang percaya, kita pasti mengalami mujizat besar jika kita memiliki sikap hati yang benar dihadapan Tuhan. Apapun tantangan dan masalah yang kita alami, kita harus tetap menerimanya dengan ucapan syukur, sebab melalui semuanya itu, Tuhan ingin menyatakan mujizat-Nya bagi kita. (Mazmur 11:1) Sebagai pewaris kerajaan Allah, meskipun kita hidup berdampingan dengan orang-orang yang tidak percaya, Tuhan selalu memberi pemisahan antara kita dengan mereka, karena kita adalah umat yang dikhususkan-Nya. Mengapa Firaun mengizinkan orang Israel tinggal ditanah Gosyen?

  1. Karena pekerjaan mereka sebagai gembala yang baik (Kejadian 47:3-4). Kita harus memiliki sikap seperti gembala yang baik, yang dengan cerdas dan bijaksana mampu memimpin keluarga didalam Tuhan. Jika hal ini kita lakukan, maka berkat Tuhan akan melimpah bagi kita dan keluarga, sebab Dia menciptakan keluarga sebagai lembaga pertama untuk kita dapat hidup bersama dan menikmati segala kebaikan-Nya.
  2. Sikap hatinya. Orang Israel mengejar sesuatu yang bersifat kekal, karena mereka tau bahwa tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka bukan di Mesir. Kata ‘orang asing’ dalam Kejadian 47:4 berarti ‘penginapan’, artinya orang Israel menganggap tempat mereka tinggal sebagai tempat sementara. Dunia ini bukanlah tujuan utama kita. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita harus miliki mentalitas untuk mengutamakan kekekalan (1 Petrus 2:11). Ketika kita dihadapkan pada berbagai tantangan dan situasi yang sulit, jangan mengandalkan kemampuan kita sendiri, tapi andalkanlah Tuhan yang mampu memberi kita hikmat untuk mengatasinya (1 Korintus 2:6). Seorang yang memiliki mentalitas Kerajaan Surga, pasti sudah memiliki kematangan rohani yang selalu mampu bertahan dalam situasi apapun karena ia senantiasa hidup mengandalkan Tuhan. Kematangan rohani seseorang biasanya dapat diukur dari sikap hidupnya, apakah ia seorang yang bisa hidup damai dengan semua orang atau tidak (Roma 8:28; Yesaya 41:1-4).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s