The Kingdom Mechanism

ps.Mohammad Riza Solihin

“Seluruh ‘roda gigi’ yang berfungsi dengan baik dalam setiap aspek kehidupan akan membentuk sebuah mekanisme. “Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!” (Mazmur 69:32) Pastikan kita datang menghampiri Tuhan dengan rendah hati. Kita menyembah Tuhan karena kita menyadari bahwa Tuhan (yang berada diatas kita), lebih berkuasa dan berdaulat daripada diri kita. Aktivitas dan kegiatan seseorang tidak menjamin hatinya hidup. Orang yang hidup belum tentu hatinya hidup. Ketika seseorang mulai tidak memperhatikan orang lain yang berkesusahan, berarti hatinya mati. Ibadah kita yang sesungguhnya adalah ketika kita selesai beribadah. Pelayanan kita yang sesungguhnya adalah ketika kita selesai melayani. Penyembahan yang sejati adalah ketika kita selesai menyembah.

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9). Sebuah tema yang Tuhan berikan kepada gereja kita memasuki tahun 2014, bukanlah hanya merupakan slogan atau campaign, sebab tema adalah segala apa yang Tuhan kerjakan didalam kehidupan kita. Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat. Dalam mekanismenya, pintu-pintu mujizat otomatis terbuka saat kita mendekat dan melangkah menuju pintu-pintu tersebut. (Markus 16:1-4) Dari pandangan jauh, kita melihat pintu-pintu yang tertutup dan batu besar, namun ketika kita melangkah dan mendekat kepada Tuhan, maka tindakan kita itu akan terdeteksi oleh Surga, sehingga kita akan melihat pintu-pintu terbuka dan batu terguling. Jangan menjadi orang Kristen yang sekedar datang ke gereja untuk mengisap (menerima) keselamatan, mujizat kesembuhan, berkat, dan anugrah supaya masuk kedalam dirinya, tanpa mengeluarkannya (membagikannya) lagi sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Jika hati kita hidup, ada mekanisme masuk dan keluar. Jika hati kita hidup, kita akan peduli pada keselamatan dan masa depan generasi muda. 2 Raja-Raja 7:1-6, 15-16 mengisahkan empat orang kusta yang menyelamatkan satu bangsa. Kesimpulan yang dapat diambil, orang kusta tersebut adalah Gehazi (2 Raja-Raja 8:4); faktanya karena dalam 2 Raja-Raja 5, kusta yang ada pada diri Naaman berpindah kepada Gehazi karena Gehazi menerima pemberian Naaman yang sebelumnya telah ditolak oleh Elisa. Melalui tindakan yang dilakukan Gehazi dalam 2 Raja-Raja 7, karena hatinya hidup, maka Gehazi menerima kesembuhan dari penyakit kustanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s