Pengenalan Akan Tuhan

ps.David Tjakra Wisaksana

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

Meskipun level kekristenan seseorang sudah sedemikian tinggi dan memiliki karunia untuk bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan, hal tersebut tidak menjamin bahwa Tuhan akan mengenal mereka. Bagi Tuhan, karunia bukanlah jaminan bagi kita untuk mencapai pengenalan akan Tuhan. (Matius 25:11-13) Kita harus meningkatkan level kekristenan kita dan menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. Dalam ilustrasi mengenai lima gadis bijak dan lima gadis bodoh, ‘minyak’ berbicara mengenai Roh Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan merupakan kunci pengenalan akan Tuhan (Filipi 3:7). Ada tiga hal yang dapat menjadi ukuran, apakah kita sudah memiliki pengenalan akan Tuhan atau belum?

  1. Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3) Kata ‘fajar’ dalam ayat tersebut diatas berbicara mengenai pengharapan. “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5). Taruhlah pengharapan kita sepenuhnya kepada Tuhan, karena pengharapan kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan.
  2. Seiring berjalannya waktu, orang Kristen yang sudah bertahun-tahun lamanya mengikut Tuhan, tidak menjadi jaminan bahwa mereka memiliki tingkat pengenalan akan Tuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Kristen yang baru mengikut Tuhan. Jangan bangga dengan masa kekristenan kita.
  3. Mengejar atau rajin belajar (mengikuti sekolah Alkitab) itu baik adanya, namun tidak menjadi jaminan bahwa mereka memiliki pengenalan akan Tuhan. Jangan jadikan pembelajaran kita sebagai sebuah pengetahuan (knowledge) yang membuat kita membanggakan pengetahuan yang kita miliki tersebut, karena dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang sombong.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s