Grace at Work

ps.Daniel Arief Sugianto

Kemenangan Tuhan tidak pernah lekang oleh waktu, karena kemenangan-Nya adalah kemenangan untuk selama-lamanya. Banyak orang Kristen masih memiliki berbagai perasaan negatif (merasa tidak layak, tidak dikasihi, terhukum, tidak pantas masuk dalam hadirat Tuhan, tidak layak diberkati, dan merasa masih sering jatuh kedalam dosa). Menurut pandangan dunia, kita akan dikasihi dan diberkati, jika kita berlaku baik dan memiliki moral yang baik. Menurut pandangan Tuhan, kita diberkati bukan karena kita hebat atau memiliki moral yang baik, tapi karena Tuhan yang memberkati dan memampukan kita. Orang Kristen tidak dapat membanggakan moralnya. Perbuatan-perbuatan baik manusia siapapun tidak cukup untuk menyelamatkan kita. Tuhan mengutus anak-Nya berkorban bagi kita, sehingga kita berhak memperoleh anugerah keselamatan. Keselamatan itu dianugerahkan, bukan dihadiahkan pada orang yang berlaku baik. (Efesus 1:5-7; 2:8-9) Kita menjadi anak-anak Tuhan, bukan karena perbuatan baik dan moral kita, tapi karena kerelaan akan kehendak-Nya. Tidak ada orangtua manapun yang ‘memecat’ anaknya karena ia nakal, namun iblis selalu mengintimidasi supaya kita merasa tidak layak dan menghukum diri kita sendiri. Yesus datang untuk menebus kita semua dari kutuk hukum taurat. Kiranya kita hidup dengan perasaan dikasihi, diberkati, dan diperkenan oleh Tuhan. Nikmati hidup kita sebagai anak-anak Allah yang menerima sukacita keselamatan.

(Efesus 2:8) Menjadi anak Tuhan itu adalah kasih karunia, bukan jasa. (Galatia 3:11a; 2:21b) Tidak ada seorangpun, nabi, raja-raja, imam, terlebih jemaat yang berhasil melakukan seluruh hukum taurat. Mungkin kita berkata bahwa kita tidak membunuh, namun menurut standar Tuhan, jika kita membenci sesama saja sudah menjadi pembunuh bagi sesama kita. Jika seorang pria melihat dan mengingini seorang wanita meskipun hanya dalam pikirannya, hal itu sudah masuk kedalam dosa perzinahan. Tindakan mengomel atau menggerutu merupakan tindakan pemberontakan. Tidak ada seorangpun yang berhasil dengan hukum Taurat, karena itu Yesus harus mati untuk menebus kita semua. Barangsiapa percaya kepada Tuhan, ia akan diselamatkan. Hukum hanya membuat seseorang semakin tenggelam dalam kegagalan dan kesalahannya, ia merasa tidak layak dikasihi (inilah belenggu iblis supaya kita hidup dengan perasaan seperti itu), tapi Salib Kristus mengangkat kita semua. Berikut ini perbedaan antara hukum taurat (agama/moral) dengan kasih karunia Kristus:

  • Hukum Taurat: diberikan kepada Musa (Yohanes 1:17); tulah pertama dimana air menjadi darah membawa kematian dan penderitaan; Allah menuntut kebenaran dari manusia sebagai syarat; Allah berkata, “Aku tidak akan lupakan pelanggaranmu sampai keturunan ketiga dan keempat” (Keluaran 20); hukum berkata, “Do it, do it, and do it.”; 50 hari setelah perayaan Paskah ketika bangsa Israel ada di Gunung Sinai, diberikanlah 10 perintah dan tiga ribu orang mati.
  • Kasih karunia Kristus: diberikan melalui Yesus (Yohanes 1:17); mujizat pertama di Kana dimana air menjadi anggur membawa kehidupan dan perayaan; Allah menyediakan kebenaran sebagai pemberian bagi manusia; Allah berkata, “Aku menaruh belas kasihan pada kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.” (Ibrani 8:12); kasih karunia berkata, “It’s finished.”; 50 hari setelah perayaan Paskah, mereka turun dari gunung Sion, turunlah Roh Kudus dan tiga ribu orang diselamatkan.

Jika kita berpikir untuk bebas berbuat dosa karena adanya kasih karunia Kristus, berarti kita belum mengenal kasih karunia-Nya. Jika kita adalah manusia normal, maka kasih karunia Kristus tidak akan dianggapnya sebagai izin untuk dapat tetap berbuat dosa, karena ia tidak akan tega melukai hati Tuhan yang begitu mengasihi kita. Hukum taurat itu kudus, tapi tidak bisa menguduskan. Hanya kasih karunia Tuhan yang sanggup menyelamatkan kita. Setelah diselamatkan, kita harus hidup dalam kekudusan, berbuat baik, bukan untuk mempertahankan keselamatan, melainkan untuk mengekspresikan cinta kita pada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain dan mereka dapat beroleh keselamatan. Korban Kristus adalah korban yang sempurna, tidak perlu ditambahi. Hidup dalam kebenaran adalah suatu keharusan, namun bukan faktor utama untuk menambahi supaya kita dapat diselamatkan.

Kita hidup benar karena kita menghargai karya penyelamatan Tuhan dan supaya hidup kita menjadi sebuah kesaksian (Ibrani 10:10, 14; 7:27; Roma 6:10a. Iblis tidak bisa menghalangi atau membatalkan korban Yesus, tapi iblis berusaha agar kita tidak percaya pada apa yang sudah dilakukan-Nya. (Roma 6:14; Kolose 3:3) Tersembunyi bersama dengan Kristus, artinya Bapa tidak melihat siapa kita dan kekurangan yang kita miliki, Bapa di Surga hanya melihat Kristus Anak Domba Allah melindungi dan menaungi hidup kita, serta berada di depan kita. Grace is to overcome sins, not a licence to sins. Jangan salahgunakan kasih karunia Tuhan. Huruf kanji dalam bahasa Mandarin untuk kata ‘kebenaran’, terdiri dari dua kata, yaitu lamb dan me (lamb me) = righteousness (kebenaran).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s