Hidup Didalam Kristus

ev.Onna Tahapary

Jika kita hidup didalam Kristus, kita harus memilih untuk menjadi orang Kristen menurut cara Tuhan, bukan menurut cara kita. Isap pilihan, keputusan, dan cara berpikir kita sesuai dengan pilihan, keputusan, dan kehendak Tuhan. Dalam Kerajaan Allah, ada budaya yang harus kita patuhi. Jika kita mau hidup selaras dengan kehendak Tuhan, ada tiga hal yang harus kita lakukan (untuk mengiring Kristus), diantaranya:

(Galatia 3:1-7) jika kita percaya pada Kristus, darah-Nya yang menguduskan kita, yang memberi perkenanan bagi kita. Kita harus membebaskan diri kita dari tata cara agama, yang seolah membuat kita berkenan kepada Tuhan jika kita melakukan dan memperbesar tata cara agama. Jangan biarkan kebenaran diselewengkan dengan tata cara manusia untuk mendapatkan perkenanan Tuhan. Jangan menganggap simbol-simbol agama yang kita bawa kemanapun, mampu membawa kita kepada perkenanan Tuhan. Allah bukanlah lambang yang dapat menyelamatkan kita. Darah Kristus cukup untuk meng-upgrade hidup kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. (Kolose 2:7-11) Kita harus mengakar kuat, dibangun didalam Tuhan, dan bertumbuh dalam iman. Filsafat palsu muncul dari tata cara agama yang tidak mengakar kuat didalam Tuhan. Yesus tidak datang kedunia membawa agama. Kita harus bergerak diatas semua aturan agama yang dibuat manusia. (Kolose 2:16-18) Kita harus berpegang pada Yesus sebagai Kepala, pilihlah taat pada Tuhan yang bersumber pada Firman kebenaran. Kita tidak bisa terjebak dalam kultus individu. Hiduplah dalam aturan yang Kristus ajarkan bagi kita.

Kita harus berani ikut menderita. Kita tidak didisain untuk mencintai kenyamanan berlebihan. Kita harus menelan pil pahit lebih dulu diawal, supaya ketika kita berhasil melalui proses penderitaan tersebut, Tuhan mendapati kita memiliki jiwa yang besar, hati yang kuat, kaki yang kokoh untuk tetap berdiri tegar setelah kita melalui penderitaan. Yakinkan diri kita untuk berani menemukan penderitaan. (Filipi 1:29) Penderitaan bagi Kristus bukanlah momok, tapi merupakan anugerah yang Tuhan berikan bagi kita. Orang yang berani memutuskan untuk menderita demi kebenaran, akan menjadi pribadi yang tidak cengeng. Menderita bagi kebenaran adalah kasih karunia. Kekuatan kesaksian kita yang dapat mengalahkan iblis adalah jika kita bersaksi bahwa kita memutuskan untuk menderita bagi Kristus dan kebenaran. (2 Timotius 2:3) Yesus mencari prajurit yang baik, bukan prajurit (saja), tapi prajurit yang rela ikut menderita bagi Kristus. (1 Petrus 2:21) Penderitaan bagi Kristus adalah kasih karunia, mengesahkan bahwa kita adalah prajurit-Nya yang baik, dan merupakan panggilan kita. Kita dipanggil untuk mengikuti jejak Kristus, yaitu berani menderita bagi kebenaran. Tingkatkan kualitas kita dalam mengiring Kristus. Ketika ke-Kristenan mengalami penderitaan, kualitas kita akan menjadi pribadi yang cemerlang. Kesengsaraan itu penting, supaya pribadi kita teruji dan kita didapati memiliki kemurnian. Semua yang mulia itu mahal harganya. Tuhan menguji seseorang untuk mengetahui kualitasnya, jika kemurnian keluar didalamnya, maka kita akan muncul sebagai pribadi yang mahal dan berkualitas.

(2 Korintus 5:17) Apakah kita sedang hidup dalam kehidupan baru atau tidak? Menyesal tidak membawa kita pada perubahan kehidupan. Kita harus respect pada kata bertobat. Definisi kata ‘bertobat’ artinya jijik terhadap dosa, memuntahkannya, dan memutuskan untuk tidak menyentuhnya lagi. Hidup baru berarti meninggalkan kehidupan yang lama; tidak cukup menyesal, namun kita harus sampai pada tingkatan untuk bertobat. Manusia tidak pernah didisain hanya untuk menerima Yesus, tapi ia harus mengerjakan keselamatan dengan hidup dalam pertobatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s