Luput Atas Penghukuman

pdp.Aruna Wirjolukito

Kita sudah memasuki periode materai keenam dari akhir zaman. Ciri-ciri materai keenam, yaitu munculnya tanda-tanda dilangit dan gempa bumi. Fenomena alam gerhana bulan total (bulan darah) pada 15 April 2014 lalu merupakan salah satu tanda-tanda dilangit yang menandakan materai keenam. Jika Surga telah memutuskan adanya sebuah penghukuman yang terjadi atas bumi, maka terdapat dua keadaan yang melibatkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan, diantaranya:

  1. orang-orang percaya yang tinggal ditengah-tengah dunia, tetap akan mengalami datangnya penghukuman atas daerahnya, namun selalu ada penyelamatan bagi setiap orang percaya, orang-orang yang dikasihi-Nya. Contoh: Nuh dan keluarganya (diluputkan Tuhan dari bencana air bah), Lot dan keluarganya (diluputkan Tuhan dari penghukuman atas Sodom dan Gomora).
  2. orang-orang percaya yang tinggal ditengah-tengah dunia, tetap akan mengalami datangnya penghukuman atas daerahnya, namun selalu ada penyelamatan bagi umat pilihan-Nya (mereka yang tidak fasik, yang gaya hidupnya hanya untuk menyembah Tuhan). Contoh: dari sepuluh tulah yang diberikan Tuhan, khusus tulah kesepuluh (kematian anak-anak sulung) yang tidak membedakan antara orang-orang Mesir dengan orang-orang yang tinggal di tanah Gosyen. Mereka yang tidak taat melakukan hal yang Tuhan perintahkan, tanpa terkecuali anak-anak sulung orang Israel pun akan mengalami kematian.

(Keluaran 12:11-13) Paskah bagi Tuhan (untuk mengikut Tuhan), berarti kita harus berikat pinggang, mengenakan kasut pada kaki, dan memegang tongkat ditangan; serta buru-buru kita memakannya, supaya ragi (simbol tulah atau penghukuman) tidak menimpa kita. Untuk tulah kesepuluh, Tuhan memberikan simbol darah bagi orang-orang ditanah Gosyen maupun di Mesir, karena pengenaan tulah itu berlaku sama atas mereka. Darah merupakan tanda identifikasi bagi kita, bukan tanda bagi Tuhan. (Keluaran 12:21-22) untuk diluputkan dari tulah kesepuluh, maka orang Israel harus menyembelih kambing domba, menyapukan darahnya pada ambang atas dan kedua tiang pintu kiri dan kanan, serta tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi (Kejadian 46:33-34). Saat kita percaya dan menerima Yesus, maka pola pikir dan tindakan kita harus berbeda dengan dunia, supaya kita dapat menerima berkat-berkat-Nya.

Kambing domba merupakan simbol kesuburan bagi orang Mesir. Untuk mengalami berkat dan diluputkan Tuhan dari tulah kesepuluh, orang Israel harus melangkah dengan iman, berani mengambil risiko dengan menyembelih berhala orang Mesir tersebut dan mendemonstrasikannya dihadapan orang-orang Mesir. Bagi orang Mesir, menyembelih kambing domba yang merupakan dewa mereka adalah sebuah kekejian. Segala yang dianggap baik oleh dunia itu tidak baik bagi kita. Sebagai orang Kristen, tunjukkan tanda iman percaya kita, takut dan taat pada Tuhan, sembelihlah segala ‘berhala’ yang dianggap baik oleh dunia, maka Tuhan akan meluputkan kita dari tulah penghukuman atas dunia. Tunjukkan kita berani untuk tidak kompromi mengikuti berhala dunia. Untuk diselamatkan, kita harus percaya kepada Tuhan, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka darah-Nya akan menyelamatkan kita. Kita harus berani bertahan ditengah angkatan yang bengkok ini. Mengikut Tuhan itu harus buru-buru, jangan banyak berpikir, dan berlambat-lambat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s