Tinggal Dalam Hadirat Tuhan

ps.David Tjakra Wisaksana

“And it shall come to pass in that day, that his burden shall be taken away from off thy shoulder, and his yoke from off thy neck, and the yoke shall be destroyed because of the anointing.” (Isaiah 10:27 KJV)

Kiranya tangan Tuhan sendiri yang turun untuk melepaskan pengurapan. Pengurapan Tuhan akan melepaskan kita dari belenggu tekanan apapun yang kita sadari ataupun tidak kita sadari. Hari-hari ini, iblis dengan segala upaya akan berusaha mengganjal rencana Allah dalam hidup kita. (Maleakhi 3:3-4) Hari-hari ini Tuhan tidak bertanya pada Gereja-Nya sudah berapa lama kita mengikut dan melihat kuasa Tuhan, tapi Tuhan mau melepaskan pengurapan supaya kita mampu mengetahui dan memahami isi hati Tuhan. Setiap kita pasti rindu jika pujian dan penyembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Suara kita yang bagus, tidak menjadi jaminan dapat menyenangkan hati Tuhan. Dalam Alkitab, dikisahkan tentang wanita yang menyeka kaki Tuhan dengan persembahan minyak narwastu, air mata, dan menyeka dengan rambutnya sendiri (Yohanes 12:1-8), yang wanita ini lakukan dikenan oleh Tuhan. Saat kita sudah dilepaskan dan menerima pengurapan minyak dari Tuhan, akan ada perubahan hidup dan pengakuan dari dunia bahwa mereka melihat Kemuliaan Allah dalam diri kita, saat itulah terjadi unity (kesatuan), dunia percaya dan mengaku bahwa Bapa di Surga mengasihi kita.

Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan semua orang Israel dari perbudakan, Dia mau mereka semua keluar dari Mesir dan menyembah Tuhan. Perbudakan masa kini pun masih terjadi, misal perbudakan sifat-sifat manusia lama kita yang seharusnya sudah mati dan disalibkan (Roma 6:6) Kenyataannya, hari-hari ini kita masih bisa jatuh kedalam dosa. Di Taman Eden yang penuh perlindungan Tuhan dengan seluruh atmosfir Kemuliaan Tuhan, dimana manusia bergaul karib dengan Tuhan dari hari ke hari, namun iblis masih bisa menggoda Adam dan Hawa hingga akhirnya jatuh kedalam dosa. Kita harus terus-menerus tinggal dalam Hadirat Tuhan. Tanamkan dalam kehidupan kita, siapapun kita, bahwa status kita dihadapan Tuhan adalah sebagai hamba Tuhan. We are the servant of God. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah untuk Tuhan, dan dari Tuhanlah kita akan menerima upahnya. Kiranya kita senantiasa terus berada dalam Hadirat Tuhan, mengikuti panggilan-Nya, dan hidup sebagai penyembah yang benar. Miliki kerendahan hati dihadapan TUHAN. “Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.” (Kolose 3:25)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s