Kembali Pada Kasih Mula-Mula

pdm.Minarto Jonathan

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)

Jika kita tidak mengikuti hukum penyembahan yang benar dihadapan Tuhan, maka penyembahan kita tidak akan menjadi dupa yang harum bagi Tuhan. Penyembahan berbicara keintiman dengan Tuhan (Wahyu 2:2-5). Keintiman tidak diukur dari aktivitas dan kesibukan kita sebagai orang Kristen, hamba Tuhan, pendoa syafaat, worship leader, dan sebagainya. Jemaat Efesus dalam Wahyu 2 sudah tekun melayani, sabar, tahan menderita, memiliki moral yang baik, tapi mereka dicela Tuhan karena mereka meninggalkan kasih mula-mula. Jika kita tau bahwa berdoa, saat teduh, dan mezbah keluarga itu sangat penting, namun dengan sengaja, kita meninggalkan semuanya karena kesibukan-kesibukan kita, hal inilah definisi dari meninggalkan kasih yang mula-mula. Menjadi penyembah yang benar, berarti kita tidak bisa memberikan waktu sisa bagi Tuhan dan kita tidak bisa hanya menyembah didalam gereja seminggu sekali. Jadilah penyembah yang benar supaya kita dapat mengalami semua pintu mujizat dibukakan Tuhan pada tahun ini.

Penyembah yang benar berkaitan dengan kekudusan. Iblis tidak bisa menyerupai Tuhan dalam hal kekudusan, karenanya iblis berusaha menjerumuskan anak-anak Tuhan dengan hal-hal yang tidak kudus, seperti perzinahan, amarah, kebencian, kecurigaan, dan sebagainya. Jika kita jauh dari Tuhan, kita akan menjadi bulan-bulanan iblis. Kesibukan adalah senjata yang paling banyak digunakan iblis akhir-akhir ini. Banyak yang datang beribadah, namun masih hidup dalam dosa. Tuhan tau kapan kita jatuh kedalam dosa dan kapan kita sengaja untuk berbuat dosa. Jangan main-main dengan dosa, Tuhan akan membongkar dosa kita, lekas bertobat. Orang yang keluar dari kasih karunia Tuhan akan menjadi santapan iblis. Saat kita berbuat dosa dan bertobat, tidak berarti permasalahannya selesai, karena tuduhan iblis akan terus menyerang hati nurani kita. Datanglah pada Bapa di Surga, Dia menerima kita apa adanya. Selagi masih ada waktu, kembalilah pada kasih mula-mula. Jika kita tidak mau bertobat, Tuhan akan datang mengambil kaki dian kita. Kaki dian berbicara mengenai Hadirat Tuhan. Mungkin kita melihat orang lain dijamah Tuhan dalam ibadah, tapi diri kita tidak mengalami apa-apa, mungkin kaki dian sudah beranjak dari diri kita. Berdoa sepuluh menit setiap hari pun tidak cukup membuat kita hidup intim dengan Tuhan. Jadilah seperti anak kecil saat menyembah Tuhan. Jadilah penyembah yang benar dan kembalilah pada kasih mula-mula kita kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s