How to Fireproof Your Faith

ps.Kong Hee (City Harvest Church Singapore)

Jika Tuhan beserta kita, kita mampu melalui segala hal. Kita perlu mengalami kehadiran dan kuasa-Nya. Dalam Bilangan 12:8, Musa bertatap muka dengan Tuhan, dimana Dia berbicara dengan jelas dan tidak berbelit-belit. Kehadiran Tuhan membawa kita menemukan kedamaian dan peristirahatan ditengah badai (Keluaran 33:14). Jika Tuhan bersama kita, segalanya akan baik-baik saja (Hakim-Hakim 6:16). Dalam Amsal 8:17, Tuhan ingin menyatakan kehadiran-Nya pada orang yang dikasihi-Nya (2 Korintus 6:16). Bagaimana iman kita dapat tahan uji?

  1. Thanksgiving. Dalam 1 Tesalonika 5:16-18, “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Kata ‘senantiasa’ berarti selalu, baik ketika kita merasa lelah, bahkan ketika kita menapaki keberhasilan. Terkadang kita sulit untuk bersyukur, terutama saat kita melalui badai kehidupan, namun ada satu hal yang harus kita syukuri, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi kita, sehingga kita dapat menikmati hidup yang kekal. Kehidupan yang kekal tidak dimulai saat kita pergi ke Surga; kehidupan yang kekal diawali saat kita mengundang Yesus masuk kedalam hidup kita. Thanksgiving berbicara mengenai kebaikan Tuhan.
  2. PraiseWe thank God for what He’s done, but we praise God for who He is. Pujian merupakan tindakan iman yang sangat berkuasa. Meskipun kita menghadapi berbagai situasi, namun Yesus tetap sama hari ini, kemarin, bahkan selamanya. Pujian berbicara mengenai pengorbanan, dimana kita harus menyingkirkan segala kekuatiran, ketidakpastian, keraguan kita, dan fokus hanya memuji Tuhan. Pujian menciptakan atmosfir iman untuk Tuhan masuk kedalamnya. Pujilah Tuhan setiap hari (Efesus 3:20). Pujian juga merupakan alat perang yang sangat berkuasa (Mazmur 149:6-9; Ayub 27:23; Lukas 10:17-21). Kata ‘rejoice’ dalam bahasa Yunani adalah ‘agalliao’, artinya melompat bersukacita, bersukaria melebihi sukacita. Praise berbicara mengenai kebesaran Tuhan.
  3. Worship. Penyembahan merupakan rahasia untuk kita berjalan bersama Tuhan ditengah krisis apapun, suatu rahasia yang berpusat pada Kristus. Tuhan tidak mencari penyembahan, namun Dia mencari penyembah-penyembah (Yohanes 4:20-23). Penyembahan yang sejati tidak mementingkan diri sendiri dan tanpa syarat. ‘Tanpa syarat’ berarti tidak ada motivasi pribadi, kita bukan menyembah Tuhan karena kita menginginkan mujizat atau berkat, kita menyembah Tuhan karena Pribadi-Nya. Worship berbicara mengenai kekudusan dan kasih-Nya. Jika kita mampu mencintai Tuhan tanpa motivasi pribadi, itulah yang dinamakan cinta tanpa syarat. Penyembahan tidak mementingkan diri sendiri. Penyembahan tidak akan berhenti sekalipun mujizat tidak terjadi dan doa-doa kita belum terjawab, karena kita mengasihi Tuhan dan menyembah-Nya karena kita tidak bisa hidup tanpa Dia. Penyembahan dalam bahasa Yunani adalah ‘proskuneo’. Ketika kita menyembah Tuhan, berarti kita memberi diri kita, yang tidak dapat diambil kembali. Ketika kita menyembah Tuhan, kita harus datang dengan sikap berserah. (Lukas 22:42) Penyembahan yang paling murni lahir dari pencobaan dan penderitaan. Penyembahan yang benar itu mahal harganya (Ibrani 5:8; 1 Petrus 2:21). Tuhan memanggil kita untuk menjadi penyembah yang benar tanpa syarat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s