Respon Kita Ditengah Masalah

ps.Kong Hee (City Harvest Church Singapore)

Pernahkah kita dihadapkan dengan berbagai masalah dan semua jalan keluar nampaknya tertutup bagi kita? Sebagian besar kita telah melalui saat-saat seperti itu dalam kehidupan. Bagaimana respon kita ditengah ketidakpastian? Bagaimana Tuhan membawa kita mengatasi permasalahan hidup? Belajar dari kisah Yosafat, raja Yehuda (2 Tawarikh 20:1), sang raja dihadapkan pada tantangan terbesar dalam pemerintahannya, dimana banyak musuh mengepung dirinya. Setiap orang yang memiliki akal sehat, akan mengalami keputusasaan jika berada dalam keadaan seperti yang dialami Yosafat, namun Yosafat mengandalkan Tuhan, ia berani berdiri dihadapan rakyatnya dan berperang bersama mereka. Jika kita dihadapkan dengan keadaan yang sama, apa yang akan kita lakukan? Berikut ini lima hal yang dilakukan Yosafat ketika ia berada ditengah masalah:

  1. Set your heart to seek God (2 Tawarikh 20:3-4). Ketika kita tenggelam dalam masalah, terkadang mudah bagi kita untuk kehilangan iman dan merasa seolah-olah kita tidak sanggup untuk mengatasinya. Tapi, Tuhan mengatakan supaya kita hanya mengandalkan Dia. Carilah Tuhan lebih dahulu sebelum kita mencari solusi apapun. Berdoa, berpuasa, dan lakukan apapun yang membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Biarkan Tuhan terlibat dalam hidup kita dan izinkan Dia untuk mengetahui segala masalah kita, karena apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan.
  2. Focus on the promise not on the problem (2 Tawarikh 20:12). Fokus pada masalah tidak akan membuat kita mudah menemukan solusinya, bahkan bukan tidak mungkin, respon kita tersebut hanya akan membuat hal-hal buruk dan membuat masalah yang ada menjadi lebih besar daripada yang sebenarnya. Fokuslah pada Tuhan. Biarkan Tuhan mengarahkan tangan kita untuk melakukan segala hal yang tidak terpikirkan dan Dia akan mengarahkan kita ke jalan yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.
  3. Stand before God (2 Tawarikh 20:13). Iblis, masalah kita, dan ketakutan itu seperti binatang yang berkerumun disekitar kita, menunggu untuk menerkam dan menghabisi kita. Jangan takut, taruhlah iman kita kepada Tuhan. Perkatakan Firman Tuhan sebagai senjata kita.
  4. Wait for the Holy Spirit (2 Tawarikh 20:14). Biarkan Roh Kudus memimpin dan membimbing jalan kita, karena tidak ada orang lain yang mengenal kita lebih baik dari Tuhan dan Roh Kudus yang hidup dan bekerja didalam kita.
  5. Praise God in the fire (2 Tawarikh 20:22). Mudah untuk kita memuji Tuhan ketika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, namun ketika hidup kita berantakan dan musuh mengelilingi kita, masihkah kita mudah memuji Tuhan dengan intensitas yang sama? Ketika hal-hal buruk terjadi, itu adalah waktu terbaik dimana segala pujian kita begitu berharga bagi Tuhan. Lihatlah apa yang menimpa musuh-musuh Yehuda karena mereka memuji Tuhan dalam kesesakan? Tuhan sendiri yang berperang menghadapi musuh. Pemicu terjadinya revival adalah melalui pujian. Jika Gereja Tuhan bisa bangkit bersama-sama dan memuji Tuhan, maka mujizat akan nyata dalam jalan hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s