Menjadi Murid yang Sejati

ps.Pieter Faraknimella

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;” (Yeremia 29:11-12)

Kita sedang menantikan Pentakosta yang ketiga. Kunci untuk mengalami pintu-pintu mujizat yang terbuka adalah kita harus datang pada Tuhan dengan segenap hati. Alami mujizat dalam nama Yesus. Janganlah kita menjadi seorang pecundang, karena kita lebih dari pemenang. (Matius 28:19-20) seringkali kita sebagai seorang murid tidak melakukan sesuai dengan yang Tuhan perintahkan. Kekudusan itu pilihan, namun jika kita melakukannya, maka hidup kita akan diberkati Tuhan. (Matius 7:21-23) kita akan masuk kedalam Kerajaan Surga jika kita melakukan kehendak Tuhan. (1 Korintus 13:1-2) perhatikan karakter kita. Kasih itu sabar. Sebagai anak-anak muda, kita harus menghormati orangtua kita. Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (Ulangan 5:16) Ada dua ciri murid, diantaranya: [1] “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.” (Lukas 6:40) Murid adalah seorang yang melakukan perintah gurunya. [2] “Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” (Yesaya 50:4). Dalam hal apa kita harus menjadi seorang murid? “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12) Melalui anak muda, orangtua dapat dimenangkan. Jadilah seorang murid yang memberikan teladan dalam perkataan kita (jangan bersaksi dusta); dalam tingkah laku kita; dalam kasih kita; dalam kesetiaan kita; dan dalam kesucian kita. Kita harus menjadi teladan bagi dunia. Berlatihlah, karena dengan berlatih, maka akan menjadi sebuah kebiasaan, dan dari kebiasaan itu, apabila dilakukan terus menerus berulang-ulang, maka akan menjadi sifat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s