The Kingdom Provision

ps.Mohammad Riza Solihin

(Lukas 1:35-38; Ibrani 10:10-12) Puncak kesediaan Kerajaan Allah adalah ketika Yesus mengatakan, ‘tetelestai’ dari bahasa Yunani, yang berarti sudah selesai, sempurna, sudah terlaksana, sudah dieksekusi. Dosa, kesengsaraan, sakit penyakit, kesalahan, dan pelanggaran kita telah dieksekusi. Yesus telah melakukan dan menyelesaikannya diatas kayu Salib dan membukakan Surga bagi kita. Surga terbuka bagi kita, bukan karena kerja keras kita. Jangan bangga dengan ketaatan kita, tapi kita harus bangga karena Yesus taat sampai diatas kayu Salib untuk mengorbankan diri-Nya dan menebus dosa kita. Pelayanan dan kesibukan para imam dalam Perjanjian Lama sia-sia, karena segala yang mereka lakukan tidak dapat menghapus dosa. Dalam Perjanjian Baru, kita bangga karena kasih karunia dan anugerah-Nya dinyatakan atas hidup kita (Yohanes 1:17), karena Yesus telah menghapus dosa kita sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 10:12) dan Dia datang untuk memberikan jalan keluar dari setiap masalah, bukan mengidentifikasi dosa. Dalam Yohanes 1:17, Yesus datang untuk menghapus dosa, berbeda dengan hukum taurat yang tidak bisa menghapus dosa. Hukum taurat seperti cermin yang hanya dapat mengidentifikasi dosa. Dalam Yohanes 9:1-3, Yesus memberikan jawaban dan pendekatan berdasarkan kasih karunia dan anugerah, bukan berdasarkan hukum taurat. Jawaban yang Yesus berikan bukan intimidasi, melainkan memberi damai sejahtera dan jalan karunia. Puncak sesuatu adalah segala yang telah kita terima, bukan segala yang akan kita terima. Hal yang harus kita lakukan, yaitu percaya dan menerima segala yang telah disediakan Allah.

(Lukas 1:38) Segala yang kita lihat sekarang akan sangat menentukan masa depan kita. Biarlah kita melihat kasih dan anugerah Allah, karena hal itu yang akan membuat hidup kita berkenan. Ketika kita dibawa masuk kedalam dimensi ke-Allah-an, maka tidak ada yang mustahil bagi Allah akan terjadi atas kehidupan kita. Dalam Kejadian 37:3, yang dilihat Yusuf sejak kecil sangat menentukan masa depan kehidupannya menjadi seorang penguasa di Mesir. Dalam Kejadian 22: 1-2, yang dilihat Abraham dalam dimensi Allah, digenapi karena ketaatannya pada Tuhan, maka Tuhan yang menyediakan domba jantan menggantikan Ishak, anaknya (Kejadian 22: 7-13). Dalam Kejadian 22:14, Jehovah Jireh artinya Tuhan yang menyediakan. Sejauh yang kita lihat, itulah yang akan Tuhan sediakan dan perluas dalam kehidupan kita. Segala yang Tuhan perlihatkan dalam hidupmu pasti Tuhan akan sediakan dan pasti terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s