The Kingdom Itinerary

ps.Mohammad Riza Solihin

Kisah Para Rasul 7:1-2 mengilustrasikan pola perjalanan kehidupan pernikahan kita dipandang dari perjalanan Abraham dari Mesopotamia ke tanah Kanaan. Prototype Surga dan Kanaan hari-hari ini adalah keluarga. Allah sudah mempunyai agenda detail atas kehidupan kita sebelum dunia dijadikan. Jika kita bisa ontime atau on schedule sesuai dengan agenda Allah, maka pernikahan kita akan mengalami benefit, namun jika kita tidak melakukan sesuai dengan yang Tuhan sudah agendakan, maka kita akan mengalami loss. Supaya perjalanan hidup kita berhasil, kita harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Dalam New King James Version, kata ‘menampakkan diri’ (appeared) artinya ‘dengan mata terbuka lebar’. Abraham tidak berjumpa dengan Yahweh, ia berjumpa dengan the God of Glory, sebuah sebutan yang tidak lazim digunakan dalam komunitas Yahudi. The God of Glory adalah Yesus sendiri. Supaya kehidupan pernikahan kita berhasil, kita harus menyadari bahwa kegiatan yang kita lakukan saat ini tidak menentukan, tapi perjumpaan dengan The God of Glory secara pribadi yang menentukan keberhasilan kehidupan pernikahan kita. Ibadah yang sesungguhnya adalah setelah selesai ibadah. Penyembahan yang sesungguhnya adalah setelah selesai menyembah. Pelayanan yang sesungguhnya adalah setelah selesai melayani. Aktivitas pelayanan tidak menentukan.

(Kejadian 11:31) usia Abraham 40 tahun saat the God of Glory menampakkan diri kepadanya. Yang mengetahui itinerary Allah adalah Abraham, dan ia juga yang seharusnya menuntun Terah. Ketika kita memiliki panggilan pribadi, situasi apapun yang terjadi seharusnya tidak mempengaruhi kita untuk tetap mendekat kepada Tuhan. Karena Terah yang menjadi tour guide bagi Abraham, maka Terah membawa mereka ke Haran, bukan Kanaan. Mereka menetap di Haran selama 35 tahun, berarti terjadi penundaan selama 35 tahun sebelum mereka menuju Kanaan. Firman Tuhan mencatat bahwa Abraham keluar dari Haran pada usia 75 tahun. Arti kata ‘terah’ dalam bahasa Ibrani berarti penundaan (delay). Dalam kehidupan kita, ada banyak ‘terah’ seperti pekerjaan, anak, hobi, dan sebagainya, yang menunda kita untuk melangkah masuk kedalam Kanaan. Jika hidup kita dikendalikan oleh roh Terah, kita akan mengalami penundaan dalam hidup. Selama kita menunda, kita akan mengalami loss. Kita harus menjadi pelaku Firman yang mengalahkan roh penundaan. (Kejadian 11:32) saat roh penundaan mati, maka seperti tertulis dalam Kejadian 12:1, selama 35 tahun di Haran, selama Terah hidup, Allah tidak pernah berfirman kepada Abraham. Terah harus mati terlebih dulu, barulah janji Tuhan digenapi dalam kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s