The Kingdom Ecosystem

ps.Mohammad Riza Solihin

(Ulangan 7:1) satu kata dari tujuan berkeluarga (pernikahan) adalah kebahagiaan, meskipun seringkali kenyataan yang kita hadapi adalah kebalikannya. Definisi ekosistem, adalah sekumpulan makhluk hidup yang saling berinteraksi, berintegrasi, dan berhubungan; tidak ada yang dirugikan, semua diuntungkan. Keluarga merupakan ekosistem Kerajaan Allah. Produk Kerajaan Allah adalah kebaikan. Kita tidak perlu mati dan masuk Surga terlebih dulu untuk masuk dan menduduki tanah Kanaan dalam kehidupan. Kanaan berarti doa didalam keluarga yang dijawab Tuhan. Keluarga yang bahagia adalah segalanya. Didalam Kanaan ada ekosistem, dimana kita akan menemukan tujuh bangsa yang lebih besar, lebih hebat, dan lebih powerful, serta binatang hutan. Tuhan berjanji akan menghalau tujuh bangsa itu sedikit demi sedikit, tidak sekaligus. Jika Tuhan menghalau tujuh bangsa itu sekaligus, maka tidak ada bangsa yang akan memakan binatang hutan, dan populasi binatang hutan yang semakin banyak itu akan mengkonsumsi kita. Mezbah keluarga sangat penting untuk menyatakan kehadiran Allah. Allah membutuhkan media untuk berpijak ditengah keluarga. Allah hadir saat keluarga bergandengan tangan (Ulangan 7:21-22). Musuh yang kita hadapi didalam kehidupan diumpamakan sebagai binatang hutan (kesombongan, ketakutan, ketamakan, cinta uang, perselingkuhan, pemberontakan); musuh yang kita hadapi diluar kehidupan diumpamakan sebagai tujuh bangsa besar sebagai berikut:

  1. Het, berarti teror (dalam bahasa Ibrani), merupakan sekumpulan orang yang membuat kita ketakutan luar biasa.
  2. Girgasi, merupakan sekumpulan orang yang selalu menimbulkan persoalan.
  3. Amori, merupakan sekumpulan orang yang selalu membantah dengan kata-kata.
  4. Kanaan, berarti perangkap.
  5. Feris, merupakan sekumpulan orang yang membuat tenda ditanah kita (penyerobot). Terkadang harus ada persaingan dalam kehidupan pernikahan kita.
  6. Hewi, berarti racun.
  7. Yebus, merupakan sekumpulan orang yang cenderung berbuat jahat.

Tuhan tidak akan menghalau bangsa-bangsa besar tersebut untuk mengkonsumsi daging kita agar lebih mengandalkan Tuhan. Dia mengizinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup ini untuk semakin menyempurnakan kita. (2 Tawarikh 20:1-3) Bani Moab, artinya against (penentang); Bani Amon, artinya rebelion (pemberontak). 2 Tawarikh 20:22-26 menggambarkan pola peperangan kerajaan Allah. Fokuslah kepada Allah, jangan ikut berperang, biarkan Dia yang menghadang musuh-musuh kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s