Tanda Alam di Akhir Zaman

pdp.Aruna Wirjolukito

“Yesus berkata pula kepada orang banyak: Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Lukas 12:54-56)

(Kisah Para Rasul 3:21) menjelang akhir zaman, pengetahuan akan semakin bertambah. Akhir zaman berkaitan erat dengan keadaan alam, karena setiap kali Tuhan akan menjalankan suatu peristiwa, Dia akan memberi tanda-tanda melalui kejadian alam. Banyak orang dapat menilai kejadian alam melalui pergerakan angin, matahari, dan bulan. Untuk mendeteksi akhir zaman dapat dilakukan dengan melihat kejadian alam yang sedang berlangsung. Sebagai patokan untuk melihat kejadian alam, harus terdapat benda-benda yang menerangi bumi di cakrawala (matahari dan bulan – Kejadian 1:14). Orang yang tidak dekat dengan Tuhan selalu memiliki jawaban secara ilmu pengetahuan atas segala peristiwa yang terjadi; sedangkan anak-anak Tuhan mengerti bahwa segala sesuatunya adalah rencana Tuhan. Penanda waktu diakhir zaman berupa peristiwa gerhana bulan total dan gerhana matahari total (Lukas 21:28; Yoel 2:31; Kisah Para Rasul 2:20; Matius 24:29; Wahyu 6:12)Gerhana matahari total sangat jarang terjadi. Gerhana bulan total pun hanya terjadi delapan kali sepanjang sejarah. Tetrad adalah pola astronomi khusus dimana terjadi empat kali gerhana bulan total secara berurutan. Antara tahun 2014-2015 akan terjadi sixtrad (enam kali berturut-turut), gerhana matahari total dan gerhana bulan total yang terjadi bertepatan dengan hari raya orang Yahudi. Sebagai orang Kristen yang sungguh-sungguh, kita akan mengalami banyak aniaya dihari-hari terakhir ini, karena itu kita harus banyak berdoa dan berpuasa. Tuhan melihat hati kita saat kita berdoa, Dia bukan melihat konsep kata-kata dalam doa kita.

Penanggalan yang sesuai dengan penanggalan Tuhan adalah sistim penanggalan luna-solar (sistim penanggalan orang Yahudi). Diantara banyak hari raya orang Yahudi, terdapat tujuh hari raya (mosaic covenant) yang digolongkan sebagai perayaan utama, diantaranya:

  1. Paskah (14 Nisan), berbicara mengenai pengorbanan.
  2. Roti tidak beragi (15 Nisan), berbicara mengenai tanpa dosa dan perintah untuk jangan berlambat-lambat melakukan kebenaran.
  3. Buah sulung (17 Nisan), berbicara mengenai pembebasan.
  4. Pentakosta (7 minggu/Panen), berbicara mengenai turunnya Taurat dan Roh Kudus.
  5. Peniupan Sofar (1 Tishri), berbicara mengenai hari tak tentu.
  6. Pendamaian atau Kippur (10 Tishri).
  7. Tabernakel atau Sukkoth (15 Tishri).

Sistim penanggalan Yahudi berhubungan erat dengan kehidupan kerohanian kita, dimana Tuhan menetapkan matahari dan bulan sebagai tanda alam yang menunjukan masa-masa (Kejadian 1:14; Yeremia 31:35). Hari raya Paskah, roti tidak beragi, dan buah sulung berbicara mengenai kehidupan pertobatan kita; hari raya Pentakosta menggambarkan kehidupan kita dibumi setelah lahir baru; peniupan sofar dan hari raya pendamaian merupakan pewahyuan mengenai surga. Tanggal 17 Nissan, Musa membelah Laut Merah sehingga bangsa Israel dapat melaluinya; bahtera Nuh terdampar di gunung Ararat. Tanggal 6 Sivan, merupakan hari pelepasan umat dari dosa, dimana Tuhan memberi dua loh batu pada Musa, juga merupakan hari dimana bangsa Israel menyatakan kemerdekaan pada 14 Mei 1948. Perayaan Paskah (pengampunan dosa) dan Sukot (kekekalan) adalah perayaan yang sangat penting bagi orang Kristen. Hari-hari ini, milikilah hati lebih dekat pada Tuhan, supaya kita tau dimana kita akan berdiri. Jangan kuatir, jangan takut, kejadian alam boleh terjadi, tapi Tuhan akan segera datang. Berdasarkan 1 Korintus 15:52 dan 1 Tesalonika 4:16, Tuhan akan datang untuk kali kedua setelah bunyi nafiri terakhir ditiup. Kita tak pernah tau kapan waktu yang tepat akan kedatangan-Nya karena hari tersebut jatuh pada tanggal 1 Tishri, berbicara mengenai hari yang tidak menentu. Manusia terbatas untuk mengerti banyak hal, namun hal terpenting yang harus kita lakukan dalam menyambut kedatangan Tuhan yang kali kedua adalah menginjili jiwa-jiwa yang terhilang dan hiduplah dalam kekudusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s