Hati Bapa Berbalik Pada Anak-Anak

ps.Tan Seow How (Heart of God Church Singapore)

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Dalam Maleakhi 4:5-6 diatas, inisiatif harus dimulai dari bapa. Firman Tuhan berkata, hati bapa harus lebih dulu berbalik pada anak-anaknya. Seringkali yang kita inginkan adalah kebalikannya. Sebagai orang Asia, hormat pada orangtua sangat penting. Orang yang lebih tua biasanya mengharapkan orang yang lebih muda untuk memberi salam lebih dahulu pada mereka, sebab jika hal itu tidak dilakukan, orang yang lebih tua biasanya akan menjadi jengkel. Pada hari-hari terakhir diakhir zaman ini, akan terjadi kebangunan rohani diantara anak muda, hal itu hanya akan terjadi jika hati bapa berbalik kepada anak-anaknya. Dalam Alkitab, ada begitu banyak kisah mengenai Abraham, bahkan sebanyak tiga belas pasal dalam kitab Kejadian menceritakan tentang Abraham; delapan pasal mengenai Yakub, namun hanya dua pasal mengenai Ishak, bahkan kedua pasal tersebut bukan mengisahkan kepahlawanan Ishak. Ishak adalah seorang anak dari bapa yang besar, bapa dari putra yang besar. Peran Ishak sangat penting, karena ia menjembatani kedua generasi (Abraham dan Yakub) itu. Kita adalah jembatan, kita tidak perlu menjadi terkenal seperti Abraham atau Yakub, tapi kita bisa menjadi Ishak dimasa kini.

Hakim-Hakim 2:7-10 menjelaskan mengenai generasi pertama dan kedua yang melayani Tuhan, namun generasi yang ketiga menjadi murtad. Saat ini, gereja terbesar berada di Korea. Menurut survei, 29% populasi Korea saat ini beragama Kristen, tapi untuk populasi Kristen dibawah 25 tahun hanya terdapat 3%. Melalui survei tersebut dapat terlihat bahwa kebangunan rohani di Korea untuk 20 tahun kedepan tidak akan terjadi. Gereja Tuhan harus berhati-hati, kita harus menginvestasikan pada generasi yang akan datang. Jika kita tidak sadar dan waspada akan hal ini, maka semuanya akan habis dalam 20 tahun kedepan. Seringkali kita menunggu anak-anak menjadi orang yang rohani lebih dulu, menjadi orang yang sukses lebih dulu, baru kemudian kita menghampiri mereka, seharusnya bukan demikian urutannya; yang benar, kita harus mendukung anak-anak kita saat mereka gagal dan sedang melalui proses. Kita adalah Ishak dimasa kini, jangan menghakimi anak-anak kita yang berusia lebih muda dari kita, kasihilah mereka. Saat kita memutuskan untuk melakukan hal ini, maka kebangunan rohani akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s