Business Perspective in the Bible

ps.Tan Seow How (Heart of God Church Singapore)

Kita dapat melakukan bisnis untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan. (Lukas 5:1-11) mata pencaharian kebanyakan murid Yesus adalah nelayan (dimasa lalu), ibarat pengusaha dimasa kini. Perahu berbicara mengenai bisnis, usaha, dan karir kita. Bisnis tidaklah buruk, selama kita memahami bagaimana cara menjalankan bisnis tersebut. Jadikan bisnis kita sebagai bisnis yang Ilahi. Tidak semua bisnis atau usaha memiliki Yesus didalamnya, bahkan jika kita rajin dan bertanggungjawab menjalankan bisnis sekalipun, belum tentu ada Yesus didalam bisnis kita. Tujuan bisnis dan karir kita adalah untuk mengabarkan Injil. Sikap, integritas, dan karakter kita harus memuliakan Tuhan. Tuhan ingin berkhotbah melalui bisnis kita. Dia tidak akan mengambil alih bisnis dan karir kita secara paksa. Jika kita tidak menginginkan dan mengundang-Nya, Dia tidak akan masuk kedalam bisnis kita. Tuhan hanya akan memberkati bisnis kita setelah Dia selesai berbicara. Jangan meminta sesuatu semacam kontrak pada Tuhan agar Dia memberkati kita dulu sebelum kita memberi kepada-Nya. Tuhan memberkati kita bukan karena kita bekerja keras saja, tapi karena kita mengundang Dia masuk kedalam ‘perahu’ kita.

Saat Tuhan memberkati kita dengan berkelimpahan, bisnis itu akan membuat kita lebih sibuk, namun janganlah kita mengubah berkat itu menjadi kutuk. Saat kita dipromosikan Tuhan dan mendapat tanggung jawab yang lebih besar, jangan tinggalkan Tuhan. Jangan izinkan berkat itu mengoyakkan jala kita. Saat kita menjadi tamak, berkat itu dapat menenggelamkan ‘perahu’ kita. Miliki karakter yang benar untuk mengelola berkat Tuhan. Saat bisnis kita berada dalam kemakmuran, undang orang lain masuk kedalam bisnis kita dan bagikan berkat. Dalam Yohanes 7:38, kita adalah ‘rivers of living water’, bukan sumur. Sumur berfungsi memberkati keluarga kita saja, tapi sungai mampu memberkati banyak orang. Kita bukanlah sumur, tapi sungai yang mengalirkan aliran air hidup. Bagikan berkat pada semua orang (Yohanes 6:10-11). Dalam peristiwa lima roti dan dua ikan, Yesus tidak membagikan secara langsung, namun Dia membagikan pada para murid-Nya untuk dibagikan pada banyak orang. Kita adalah murid Yesus. Dia ingin memakai kita, melipatgandakan mujizat untuk memberkati kita, dan tugas kita adalah membawa berkat itu kepada banyak orang. Kita adalah distributor berkat Tuhan. Saat kita memberi ikan pada orang setiap hari, ikan itu hanya akan mencukupkan hidup orang itu selama sehari, namun saat kita mengajar orang itu cara menangkap ikan, orang itu akan dicukupkan sepanjang hidupnya, bahkan jika kita mengajar orang itu cara beternak, hal itu dapat mencukupkan hidup orang tersebut, keluarga, bahkan komunitasnya. Saat Tuhan memberkati kita, janganlah kita menjadi sombong. Berkat yang kita peroleh dari Tuhan seharusnya semakin membawa kita mendekat pada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s