Berakar Dalam Firman-Nya

ps.Philip Mantofa

Dalam 1 Raja-Raja 13:1-3, umat Israel zaman itu menyembah berhala, berzinah secara rohani, dan dipimpin oleh pemimpin yang salah. Dosa tidak pernah berubah, dahulu sampai sekarang, dosa hanya berevolusi. Manusia tidak lagi menyembah Allah, tapi justru mereka menciptakan allah, ideologi, dan menyembah patung-patung. Dunia hari-hari ini semakin jahat. Sebab itu, kita harus hidup dekat dan melekat dengan Firman Tuhan. Tuhan berkata, angin dizaman ini semakin kuat, karena itu jangan membangun hidup dan pelayanan kita diatas perasaan (diatas pasir), bangunlah semuanya diatas dasar yang kuat, diatas dasar Firman Tuhan. Iblis tidak perlu membuat kita sampai jatuh dalam dosa, iblis cukup menyebar isu kebingungan dalam hidup kita, maka kita menjadi goyah dan bimbang. Saat kita mulai kehilangan iman dan menjadi bingung, maka detik itulah kita berjalan menuju kehancuran. Dalam pelayanan kita, tak cukup hanya dengan karunia atau pengurapan, kita harus memiliki iman Kristologi yang kuat. Jika kita membangun pelayanan kita hanya atas dasar karunia atau karisma, kita akan mudah goyah dan jatuh.

Kata ‘abdi Allah’ dalam 1 Raja-Raja 13:4-6 adalah impian hamba-hamba Tuhan, sebab doanya dapat dengan mudah didengar. Ia adalah orang yang diurapi dan merupakan nabi Allah, namun sayangnya ia gugur iman pada akhirnya. Seberapa hebat karunia Tuhan dalam hidup kita, detik kita tidak bertumpu pada Firman-Nya, kita pasti akan jatuh. Saat kita dicobai iblis, lawanlah dengan kata, “ada tertulis”. Gunakan karunia dengan benar, karena hal itu akan menentukan karunia kita semakin tajam atau semakin tumpul. Jangan menjadikan pelayanan sebagai ladang untuk coba-coba. Apa yang kita dapat dari Tuhan, impresi, dan suara Tuhan dalam hidup kita, tidak boleh menggantikan perkataan Firman Tuhan. Saat kita memiliki iman yang teguh dalam Tuhan, kita tidak mudah goyah dengan hal-hal baru yang muncul. Fokuslah pada tujuan bahwa kita mengenal Allah, dididik sebagai orang percaya yang setia dengan Allah, dan dididik dalam kebenaran Allah. Berakar dalam Firman Tuhan berarti juga harus mempunyai cara pandang yang benar terhadap Firman Tuhan. Jangan berdebat akan hal-hal kecil yang tidak esensial, sebab itu akan membuat iman kita justru semakin rapuh. Jangan pernah melakukan hal yang tidak perlu. Hamba Tuhan tetaplah Hamba Tuhan, jangan pernah mengusik orang yang diurapi Tuhan. Lakukan bagian kita, jangan pernah mengusik yuridikasi orang lain. Kita harus tau batasan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s