Lima Batu Kemenangan

ps.Edward Supit

“Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.” (1 Samuel 17: 40)

Daud berhadapan dengan Goliat, berbicara mengenai masalah yang sangat besar, mengintimidasi, menakut-nakuti hidupnya, mungkin belum ada jalan keluar, dan bagaikan pintu-pintu yang tertutup. Goliat dalam hidup kita dapat berupa masalah keuangan, penyakit, pekerjaan, pelayanan, hubungan suami-istri, anak dan saudara. Belajar dari kehidupan Daud, ada lima batu yang harus kita persiapkan untuk mengalami kemenangan dalam hidup, diantaranya:

  1. The stone of the past (harus berdamai dengan masa lalu – 1 Samuel 17: 37). Didalam keluarganya, Daud hanya gembala domba, tidak menjadi prajurit seperti kakak kakaknya, Daud dianggap sebagai anak yang tidak mempunyai masa depan dibandingkan kakak-kakaknya. Dalam hidup, kita mengalami hal baik dan buruk. Hal buruk merupakan masa lalu kita. Saat kita bisa berdamai dengan masa lalu yang buruk, hal itu akan menentukan masa depan kita, sebaliknya jika kita tidak bisa berdamai dengan masa lalu yang buruk, hal itu akan merusak masa depan kita. Daud mampu mengingat hal baik dan melupakan hal buruk. Hidup manusia bukan ditentukan oleh masalah yang ada, melainkan bagaimana kita mengatasi masalah dengan positif yang akan membentuk hidup kita. Yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang.
  2. The stone of preparation (harus masuk dalam proses atau persiapan – 1 Samuel 17:13-16). Daud dipersiapkan Tuhan masuk dalam proses ketika menjadi pelayan dan pengantar makanan bagi kakak-kakaknya, dan ia selalu kembali ke Betlehem untuk menggembalakan domba ayahnya. Daud dibentuk hatinya dengan segala ketaatan dan karakternya menjadi seorang pribadi yang berintegritas. Sebelum Tuhan memakai kita, Dia selalu mempersiapkan dan memperlengkapi kita lebih dulu.
  3. The stone of perspective (miliki cara pandang yang benar – 1 Samuel 17:26; 13:6). Daud tidak dipersiapkan secara formal untuk berperang sebagai prajurit seperti kakak-kakaknya. Secara manusia, Daud tidak terpilih oleh manusia, namun ia dipilih khusus oleh Tuhan. Keyakinan kita akan menentukan apa yang kita lihat, dan apa yang kita lihat akan menentukan seperti apa kita. Dalam setiap kesalahan, ada hikmat yang akan mempersiapkan kita untuk sesuatu yang terbaik, karena Tuhan memberi rancangan yang terbaik dalam hidup kita.
  4. The stone of passion (miliki semangat dalam hidup kita – 1 Samuel 17:45-50). Daud semangat menjalani hidupnya, sekalipun ada masalah yang dihadapi (Goliat). Daud tidak takut menghadapi masalah, ia berlari menghadapi Goliat. Hadapi Goliat dalam hidup kita bersama Tuhan, karena Dia pasti akan memberi kita kemengan.
  5. The stone of persistence (tetap setia pada Tuhan – 1 Samuel 17:51-52). Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu sampai selama-lamanya sekalipun masalah kita belum selesai atau belum ada jalan keluar. Percayalah, ketika kita hadapi Goliat bersama Tuhan, Dia pasti memberikan yang terbaik bagi kita. Lupakan masa lalu kita yang buruk, pandang Tuhan, maka kita akan menerima masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s