Making a Difference

ps.Daniel Arief Sugianto

Sebagai pribadi yang memiliki Kristus dan telah ditebus, kita seharusnya mampu membuat perbedaan dalam perilaku, tutur kata, cara kita mengelola bisnis, dan berbagai hal lainnya. Salib mengubah kita yang dahulu kering tanpa Kristus dan mati, menjadi segar, hidup, dan berbuah. Kita tidak mungkin berbuah diluar Kristus. (Maleakhi 3:18) Didalam Kristus, kita berhak mempunyai nasib yang lebih baik. Ketaatan kita dalam kebenaran akan Tuhan jadikan sebagai alasan untuk memperlihatkan perbedaan itu pada kita. Tuhan pernah membedakan nasib umat-Nya, melalui peristiwa yang pernah terjadi, dimana Tuhan mengecualikan tanah Gosyen (Keluaran 8:22) dan peristiwa yang akan terjadi lagi (Wahyu 6:6). Secupak gandum (1 dinar) dan tiga cupak jelai (1 dinar); 1 dinar adalah upah kerja 1 hari waktu itu. Bukankah saat ini, demo buruh dikarenakan upah kerja setiap hari masih kurang dan hanya mencukupi kebutuhan pangan? Tapi Tuhan melindungi dengan membuat pengecualian, “jangan rusakkan minyak (Roma 1124) dan anggur (Yesaya 5:7) itu.” Jangan kendor untuk beribadah dan hidup benar, karena sebentar lagi, semuanya akan diperhitungkan Tuhan. Mengapa tanah Gosyen dikecualikan? Bangsa Israel ditempatkan di Gosyen oleh Firaun untuk mengisolasi dan mengucilkan mereka agar tidak mempengaruhi orang-orang Mesir tentang takut akan Tuhan. Tempat pembuangan dijadikan Tuhan sebagai tempat pembedaan. Jika ada diantara kita yang merasa dikucilkan dan dibuang, ditempat itu Tuhan bisa membuat perbedaan.

Tiga alasan Firaun menempatkan bangsa Israel di tanah Gosyen dan bagaimana kita secara rohani dapat tinggal di tanah Gosyen?

  1. Mereka lahir sebagai orang Ibrani (Kejadian 43:32). Bangsa Israel menjadi orang Ibrani karena kelahiran mereka. Dalam makna rohani, yang membuat kita tinggal di tanah Gosyen adalah kelahiran baru, yang akan membuat Mesir (dunia atau teman pergaulan) menjauhi dan menjaga jarak dengan kita. Gosyen hanya diperuntukkan untuk kita yang lahir baru. Ketika lahir, kita membawa sifat orangtua, begitu juga ketika lahir baru, kita lahir dari Allah dan memiliki sifat-sifat Allah (1 Yohanes 5:4). “If we are born of God’s seed and born as God’s people, then we must bear God’s image and have God’s features.” Jika kita lahir dari benih Allah sebagai umat-Nya, kita harus membawa gambar Allah dalam diri kita dan mempunyai fitur-fitur (keunggulan) Allah.
  2. Mereka adalah para gembala (Kejadian 46:34). Dalam makna rohani, jadilah Gembala. Ini bukan berbicara jabatan Gereja, tapi jadilah gembala; hiduplah dengan karakter dan hati seorang gembala; perhatikan orang-orang disekelilingmu; perlakukan mereka sebagai orang yang harus kita jaga, arahkan, lindungi; jadilah gembala bagi rekan-rekan bisnismu, karyawan-karyawanmu; jangan peras habis keahlian mereka; perhatikan kebutuhan mereka; gembalakan anak-anak kita, jangan sekedar mencukupi kebutuhan materi, gembalakan mereka hingga menemukan padang rumput yang hijau dan air yang tenang. Gosyen bukan tempat untuk orang egois yang hanya mementingkan diri sendiri.
  3. Mereka beribadah kepada Jehova (Keluaran 8:26; Kejadian 26:25). Ishak mengutamakan ibadahnya pada Tuhan, kemudian sesudahnya ia mengurus kebutuhan sehari-hari, maka Tuhan membedakan nasib Ishak (Kejadian 26:28). Faktor keintiman kita dengan Tuhan akan membedakan nasib kita. Persiapkan diri kita, tetaplah bersabar sekalipun kelihatannya belum ada perbedaan, dan tetaplah setia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s