Menggunakan Hak Untuk Kemuliaan Tuhan

ps.Philip Mantofa

Kitab Filemon adalah surat pribadi Paulus kepada Filemon yang ditulis saat Paulus berada dalam tahanan rumah. Filemon adalah seorang pengusaha kaya yang tinggal dekat Kolose. Rumah Filemon juga dipakai beribadah oleh jemaat di Kolose. Semakin kita berbuah, kita harus semakin tak bergelar. Saat kita mulai menuntut hak-hak dalam hidup kita, hak menjadi ilah masa kini dan bisa menjadi sandungan untuk Tuhan meninggikan hidup kita. Tuhan bisa memakai kita luar biasa, namun ada satu dua hal yang perlu kita serahkan pada Kristus, yaitu hak untuk diakui, hak untuk diperdengarkan, dan hak untuk dihargai. Kedewasaan rohani berbicara mengenai peran dan fungsi, bukan posisi. Mengapa Tuhan tidak memakai kita? Karena Tuhan melihat kita akan menjadi sombong dan tinggi hati. Mengapa Tuhan tidak memberi kita sebuah posisi? Karena Tuhan melihat kita belum siap untuk posisi itu. Terkadang, cara terbaik menggunakan hak kita untuk kemuliaan Tuhan adalah sama sekali tidak menggunakan hak tersebut. Jadilah hamba-hamba Allah dalam setiap bidang yang sudah Tuhan tetapkan. Dalam Filemon 1:2, Apfia ditafsirkan sebagai pasangan Filemon. Kita harus bisa menghargai posisi orang lain yang sudah Tuhan tempatkan dalam hidup kita. Paulus adalah contoh pemimpin yang dipenuhi kata-kata untuk mendorong dan membangun. Kita diangkat Tuhan untuk sebuah tujuan. Kita diberi kuasa dan kepemimpinan untuk sebuah maksud dari Tuhan, yaitu untuk menyelamatkan keluarga kita, bahkan dunia ini dari kelaparan. Kita harus hidup saling menghargai satu sama lain, dengan sesama saudara seiman kita. Jangan gunakan hak kita untuk saling menyerang dan menjatuhkan. Pergunakan hak kita untuk kemuliaan Tuhan.

Orang yang hidupnya dekat dan dipenuhi Roh Allah, ia tidak akan mudah meminta-minta pada orang lain. Ia tau dan menghargai arti sebuah permintaan, yang hanya akan ia pergunakan untuk kepentingan yang khusus. Saat seorang pemimpin membuat pernyataan, bawahan akan menilainya, apakah ungkapan itu akan ‘menjatuhkannya’ atau membuatnya lebih besar. Yang mempersulit kita dipercaya oleh Surga adalah diri kita sendiri. Jangan pernah iri dengan kesuksesan orang lain, karena isi hatinya yang membuat perbedaan. Perlakuan kita terhadap orang-orang dibawah kita menunjukkan apakah kita mirip dengan Juruselamat kita, menunjukkan apakah kita memiliki sifat-sifat ilahi dalam hidup kita. Janganlah kita menjadi murahan sebagai anak Tuhan, jangan kita lari dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Yesus cukup bagi kita. Jangan pernah kecil hati jika kita tidak bermodal atau tidak berwibawa, Tuhan sendiri yang akan mengurapi dan mencukupkan hidup kita. Kita harus menghargai hak milik orang lain. Kita harus bisa melepas hak-hak kita dengan menghargai hak-hak orang yang diatas kita atau berada di barisan lebih depan daripada kita. The power of lobbying is the power of giving up your right. Jangan gunakan hak kita dengan sembarangan. Pergunakan hak kita hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Kunci promosi serta kunci untuk dekat dengan Yesus dan Roh Kudus adalah kita menyerahkan hak kita untuk Tuhan dan Dia yang akan menjamin hidup kita, biji mata-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s