Mengucap Syukur

ps.Leonardo A.Sjiamsuri

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18) “aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.” (Mazmur 9:2-3)

Salah satu kehendak Allah adalah mengucap syukur. Tuhan mau, mengucap syukur bukan sebagai tindakan saja, tapi menjadi gaya hidup. Gaya hidup mengucap syukur adalah pilihan kita, bukan reaksi emosional kita. Mengucap syukur tidak ditentukan oleh keadaan kita, susah atau senang, tetap mengucap syukur. Saat kita mengucap syukur, kita sedang melakukan kehendak Tuhan. Mengucap syukur adalah respon yang berasal dari hati kita. Mengucap syukur berguna bagi kita, apalagi dalam kondisi yang berat. Bagaimana kita bisa mengucap syukur? Bukan hanya melihat keatas tapi juga kebawah, yaitu melihat kondisi orang-orang sekeliling kita yang mungkin tidak lebih baik kehidupannya daripada kita, dengan begitu kita tidak akan bersungut-sungut (no complain).

Empat hal yang akan kita alami jika kita mengucap syukur, diantaranya:

  1. Terhindar dari perasaan negatif. Mengucap syukur dapat menghalau hal negatif dalam hidup kita, menghalau hal-hal negatif dari orang-orang sekeliling kita, masalah-masalah dalam hidup kita. Janganlah mengumpulkan sampah negatif dalam hidup kita. Mengucap syukurlah supaya hal-hal negatif tidak ada lagi dalam hidup kita. Seringkali kita mengingat kekecewaan yang dilakukan manusia. Bersyukurlah, maka segala hal negatif dalam hidup kita akan diangkat Tuhan.
  2. Timbul harapan. Dengan mengucap syukur, kita akan melihat atmosfir pengharapan didalam Tuhan. Hati yang gembira (hati yang mengucap syukur) adalah obat yang manjur. Kita dapat mengalami banyak persoalan, tapi yang dapat kita lakukan adalah mengucap syukur, sehingga ada atmosfir yang kondusif untuk datangnya pengharapan. Persoalan yang berat sekalipun akan selesai apabila kita belajar untuk mengucap syukur. Bangun atmosfir dalam hidup kita dengan doa dan ucapan syukur.
  3. Mampu melihat dan menyadari Tuhan ada ditengah-tengah persoalan hidup kita. Orang yang selalu mengucap syukur dapat melihat pertolongan Tuhan. Dalam masalah hidup kita yang berat, sebenarnya Tuhan sudah menolong. Sadarilah bahwa kita hidup sampai saat ini karena Tuhan terlibat dalam hidup kita. Kita harus mengucap syukur pada Tuhan, maka kita akan merasakan Tuhan ada dan hadir dalam hidup kita.
  4. Membentengi hati kita (Amsal 4:23). Hati kita harus memiliki lapisan. Tuhan mau membangun lapisan dalam hati kita, dengan mengajar kita mengucap syukur. Dengan mengucap syukur, kita mensyukuri segala yang ada dalam hidup kita. Orang yang mengucap syukur tidak lekas sombong karena ia menyadari bahwa segala yang ia dapatkan berasal dari Tuhan. Orang yang mengucap syukur akan mudah puas dengan segala yang Tuhan berikan, tapi tidak puas untuk terus melangkah maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s