Hidup Dalam Tuhan di Akhir Zaman

pdp.Aruna Wirjolukito

Wahyu 14:6 Daniel dalam kitab Daniel, melihat empat jenis binatang, diantaranya:

  1. Singa dengan sayap rajawali.
  2. Beruang yang menggigit tiga tulang iga dan berdiri lebih berat kesalah satu sisi (simbol Kerajaan Media Persia, dimana Kerajaan Persia lebih kuat daripada Kerajaan Media); tiga iga berbicara mengenai tiga kerajaan yang dikalahkan Media Persia, yaitu Mesir, Asyur, dan Babilonia.
  3. Macan tutul berkepala empat dengan sayap (Yunani).
  4. Binatang akhir zaman yang lebih mengerikan dari ketiga binatang diatas (Wahyu 13).

Wahyu 13:1-10 berbicara mengenai bangkitnya anti Kristus; Wahyu 13:11-18 berbicara mengenai munculnya antikris dan nabi palsu. Antikris berkuasa dibidang politik, ekonomi, dan kenegaraan; sedangkan nabi palsu berkuasa dibidang spiritual. Wahyu 14 berbicara bahwa Tuhan membangkitkan pengikut-Nya di akhir zaman. Menjelang waktu akhir ini, akan muncul penginjilan yang tak hanya dibuat manusia, tapi juga dibuat malaikat.

Penghakiman atas langit, bumi, laut, dan mata air. Langit, bumi, laut, dan mata air sedang diguncang dan kita harus banyak berdoa. Dalam Bilangan 21, Musa mengalahkan seorang raja bernama Og, raja Basan, yang membuat namanya dan Yosua terkenal di Timur Tengah. Tahun Ayin Gimel digambarkan dengan simbol unta, sebagai tahun untuk kita melangkah, menyeberang, meningkat lebih cepat, naik ke level yang lebih tinggi. Kata ‘og’ (selaput tipis), artinya kebiasaan lama kita yang tidak kelihatan, hobi, atau kesukaan yang Tuhan tidak suka, Tuhan mau kita mencabutnya. Untuk naik level, ada dosa tipis dalam hidup ini yang harus dicabut, salah satu caranya dengan penghakiman. Disetiap kondisi yang tidak enak sekalipun, Tuhan tetap membela umat-Nya. Jangan mengeluh, banyak berserah pada Tuhan, karena Dia tau yang terbaik. Jika ada perubahan rencana dalam hidup kita, jangan lekas mengomel, karena dalam kondisi yang tidak enak sekalipun, tetap kita yang paling enak pada akhirnya. Dalam Yehoshua/Yeshua, ada tiga bagian yang menjadi satu kesatuan, yaitu bangsa Israel (Am-Yisrae), Firman (memra), dan hukum (torah). Dalam Mesias, bangsa Israel akan ditinggikan dan dalam Mesias pula Firman dan hukum akan ditegakkan (Matius 5:17-20; Wahyu 12:17). Hukum Taurat tidak pernah membuat kita selamat. (Yoel 2:30) kita menerima anugerah, sehingga kita tidak perlu membuat hukum seperti orang Taurat untuk bertemu Tuhan, tapi kesalahannya, setelah bertemu Tuhan, kita sama sekali tidak memandang hukum. Hidup sebagai orang Kristen tidak berarti kita bebas melakukan segalanya, semuanya diizinkan tapi tidak semuanya membangun. Kita harus memilih pola hidup yang harus dicabut dengan kerelaan karena kita telah menerima anugerah keselamatan. Hukum adalah acuan yang paling rendah. Jangan pernah memandang rendah hukum sekalipun kita telah menerima anugerah keselamatan. Banyak mengucap syukur dalam keadaan tidak enak sekalipun, karena itu yang terbaik Tuhan berikan bagi kita. Tuhan datang segera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s