Mengalami Pintu Mujizat yang Terbuka

pdm.Hendri Sutedja

Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat (The year of God opening doors for miracles). Dalam Kisah Para Rasul 12:8-10, seperti yang Tuhan telah lakukan bagi Petrus, Tuhan juga akan melakukannya bagi kita, Tuhan akan membukakan pintu-pintu mujizat bagi kita, namun ada empat rahasia yang harus kita lakukan untuk mengalami pintu-pintu mujizat yang terbuka, diantaranya:

  1. Jadilah miskin dihadapan Allah. Memasuki tahun 2014, siapapun, dimanapun, apapun, Roh Kudus harus berjalan didepan dan kita mengikuti dibelakangnya. Peka mendengar suara Tuhan. Jangan berani melangkah diluar Tuhan. Orang yang terlihat ‘bodoh’, itulah yang mengalami pintu-pintu mujizat yang terbuka.
  2. Berjaga-jagaPetrus harus berikat pinggang, mengenakan sepatu dan jubah sebelum mengikut malaikat Tuhan. Petrus harus berjaga-jaga dan selalu taat mendengar petunjuk Tuhan. Berjaga-jagalah, jangan sampai kita kehabisan minyak, roh kita harus menyala-nyala. Kenakanlah kasut kerelaan menjadi saksi, hanya orang yang mengikut Tuhan dan rela yang akan memperoleh mujizat. Jangan sombong. Senantiasa andalkan dan ikut Tuhan.
  3. Bersyukur sekalipun berada ditengah keadaan yang tidak enak (Yunus 2:1, 9-10) Ketika Yunus berada didalam perut ikan, ucapan syukurnya, pengorbanan, dan ketaatannya, membuat Tuhan memerintahkan ikan memuntahkan Yunus. Ditengah kesesakan, kita perlu Firman Tuhan. Jika Tuhan bisa berfirman pada seekor ikan, maka Tuhan juga bisa berfirman pada masalah kita supaya terselesaikan. Ditengah kegelapan dan kesesakan sekalipun, jika Tuhan telah berfirman, maka terbukalah semuanya. Tuhan selalu menepati janji-Nya. Jika kita mau mengalami janji Tuhan, tepati dulu janji kita dihadapan-Nya.
  4. Pegang teguh janji Tuhan. Tidak kecewa dan selalu memiliki hati untuk menjamu yang terbaik bagi Tuhan (Kejadian 18:1-10). Janji Tuhan seperti fajar, memberi pengharapan baru setiap hari. Abraham sering mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Ketika ia melihat tiga orang tamunya, ia segera memanggil Sara untuk mengolah daging lembu terbaik untuk menyukakan mereka. Meskipun janji-Nya belum digenapi, Abraham masih memiliki sikap selalu ingin menyukakan hati Tuhan dengan gairah yang terbaik yang ia miliki dan bisa dilakukannya. Banyak dari kita lebih memilih untuk mengukur panjang lebar lembah kekelaman dalam masa penantian, tapi Abraham tidak seperti itu, ia terus memiliki passionMaka, penantian Abraham diganti dengan waktu penggenapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s