Yesus adalah Jalan

ps.Timotius Hardono

Untuk dipakai menjadi alat mujizat, maka kita harus terlebih dulu menerima mujizat. (Yohanes 14:1-6) kesalahannya, banyak orang yang hanya mau menerima mujizat saja, namun mereka tidak mau menyalurkan mujizat. Didalam Yesus selalu ada jalan yang terbuka dan terkadang segala yang Tuhan kerjakan tidak dapat terlihat oleh kita. Jika kita tau bahwa Yesus adalah jalan, maka perhatikanlah rambu-rambu-Nya. Terkadang hidup kita tidak lurus, jalannya berbelok-belok, janganlah hidup kita menyimpang. Tuhan ingin kita menjadi jalan raya bagi Dia. “Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” (Yesaya 40:3). Ada tiga rambu yang harus kita perhatikan (Yesaya 40:4), diantaranya:

  1. setiap lembah harus ditutup oleh Tuhan – lembah penyakit, trauma masa lalu, kekecewaan, kegagalan, rendah diri. Lembah adalah permukaan yang melekuk dan menjorok kebawah. Tuhan sanggup menutup masa-masa kehidupan kita selama berada dilembah.
  2. setiap gunung dan bukit diratakan, tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, berbicara mengenai orang yang sombong. Semua gunung dan bukit kesombongan harus diratakan. Kita harus mengakui bahwa kita biasa dan Yesus luar biasa.
  3. tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran, suatu keadaan dimana kehidupan kita terkadang naik, terkadang turun, naik dan turun terus menerus. Dua kepribadian ini harus diratakan menjadi sebuah dataran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s