Mengalami Pintu Mujizat yang Terbuka

pdm.Christianto Silitonga

Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat. Selain bagian Tuhan untuk membuka pintu-pintu mujizat, ada bagian yang harus kita lakukan. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Daud untuk kita mengalami pintu-pintu mujizat yang terbuka, diantaranya:

  1. (1 Samuel 17:34-37) Daud tidak memegahkan diri sendiri, ia selalu rendah hati dihadapan Tuhan dan manusia, ia mengakui hanya Tuhan sumber kekuatannya, dan ia merasa miskin dihadapan Tuhan (tidak ada apa-apanya).
  2. Daud selalu mengucap syukur pada Tuhan dalam segala keadaan yang dihadapinya. Meskipun awalnya Daud tidak mengalami hidup berkelimpahan, ia tidak berkeluh kesah atas ‘ketidakadilan’ yang dialaminya. Ia selalu mengucap syukur dan menjaga dengan sepenuh hati apa yang telah Tuhan percayakan padanya. Daud menyadari kebaikan Tuhan dalam segala hal, meskipun hidupnya sangat sederhana dimasa-masa ketika ia sedang dipersiapkan Tuhan menjadi raja Israel, namun ia tidak menyepelekan kesederhanaannya, melainkan tetap mengucap syukur atas setiap hal kecil yang terjadi dalam hidupnya. Barangsiapa setia dalam perkara kecil, kepadanya akan dipercaya perkara yang besar. Jangan ragu untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam setiap hal kecil (yang terlihat biasa-biasa saja) yang kita alami, tak perlu menunggu hal besar terjadi dalam hidup kita untuk kita menyaksikan kebaikan Tuhan bagi orang lain, karena baik hal kecil maupun hal besar, tetaplah Tuhan yang melakukan semuanya bagi kita.
  3. Taat sepenuhnya pada Tuhan, sekalipun belum mengerti. Daud hanya menggunakan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya (1 Samuel 17:40-47). Dalam kehidupan Daud, ia selalu melakukan sesuatu dengan bertanya pada Tuhan terlebih dulu. Daud melakukan dua kesalahan yang Tuhan tidak perintahkan, saat ia mengambil Betsyeba dan saat ia melakukan sensus, namun selebihnya, Daud selalu bertanya pada Tuhan apa yang harus ia lakukan. Kita, prajurit-prajurit Tuhan harus mendengarkan perintah Komandan Agung kita, Tuhan Yesus. Ibadah kita yang sesungguhnya, yaitu ketika kita keluar dari gedung tempat dimana kita beribadah. Memasuki tahun 2014, marilah kita memulai sesuatu yang baru, melakukan Firman, naik level, dan pintu mujizat sudah terbuka. Tuhan tidak akan memberikan visi yang tidak bisa kita lakukan. Tuhan mau kita naik level dan berjalan semakin hari semakin terang (kuat). Sejak Daud mengalahkan Goliat, ia selalu naik level, bahkan dihari tuanya, dimana ia harus meletakkan tongkat kekuasaan kerajaannya pada Salomo, Daud berkata “Ya Tuhan punya-Mulah kehormatan, keselamatan dan kejayaan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s