Mujizat yang Kreatif itu Nyata

ps.Niko Njotorahardjo, Christmas Celebration at Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta on December 25, 2013

Natal berbicara tentang kasih Tuhan yang luar biasa (Yohanes 3:16). Ada apa dengan manusia sehingga Yesus harus datang kedalam dunia ini? Semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, upah dosa adalah maut, tapi Yesus yang tak mengenal dosa dibuat berdosa, supaya setiap orang dibenarkan oleh Allah, artinya Yesus harus mati menggantikan kita. Yesus 100% Allah, tapi Dia juga 100% manusia. Mengapa Yesus harus mati dengan cara disalib? Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa. Penyakit kita yang ditanggung-Nya, kesengsaraan kita yang dipikul-Nya, dan oleh karena bilur-bilur-Nya kita disembuhkan. Sejak 2000 tahun yang lalu, oleh bilur-bilur Yesus, kita sudah disembuhkan. Mujizat yang kreatif hanya dilakukan Yesus, bukan pekerjaan manusia. Berbicara mengenai mujizat, berarti berbicara mengenai Yesus. “Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” (Yohanes 11:25) Kata ‘mati’ berarti tidak ada pengharapan. Jangan pernah berkata bahwa didalam Yesus tidak ada pengharapan, karena didalam Dia semua mungkin dan tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi yang percaya kepada-Nya.

Tahun 2013, tahun pemulihan yang seutuhnya, entering the next level, mujizat yang kreatif masih ada. Tahun 2014, tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat. Rahasia supaya pintu-pintu yang tertutup dibukakan Tuhan adalah kita harus merasa miskin dihadapan Tuhan, berarti hanya bergantung, berharap, dan mengandalkan Tuhan. Jika Tuhan sudah berfirman kepada kita, ikuti, meskipun seolah tidak masuk akal, maka kita akan melihat dan terheran-heran dengan kasih Tuhan yang dinyatakan atas kehidupan kita. Ada dua hal yang dikatakan Tuhan yang mendatangkan kesembuhan, diantaranya: “Imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Matius 9:22, berarti kita harus mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Percayalah bahwa Dia mampu dan mau menyembuhkan kita); “Dosamu sudah diampuni.” (Matius 9:2).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s