Ayin Dalet dan Jemaat Laodikia

pdm.Uung Tanuwidjaja

Memasuki tahun Ayin Dalet, kata ‘dalet’ berbicara mengenai pintu dan orang miskin. Wahyu 3:14-22 menggambarkan salah satu dari tujuh jemaat pada gereja mula-mula di Asia Kecil. Jemaat Laodikia merupakan jemaat yang kaya. “Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa,” (Wahyu 3:17a) Sikap hati yang miskin dihadapan Tuhan adalah sikap hati yang Tuhan rindukan dari kita. “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3). Jemaat Laodikia dicela Tuhan sebagai jemaat yang melarat (miskin), malang, buta (2 Korintus 4:18), dan telanjang (Ibrani 12:14). Ibadah kita harus kudus. Ciri orang kudus adalah hidupnya berdamai dengan semua orang. Ada tiga hal yang harus dilakukan jemaat Laodikia:
1. membeli emas (Wahyu 3:18), berbicara mengenai berani membayar harga.
2. membeli pakaian putih (Wahyu 19:8), berbicara bahwa perbuatan kita harus benar.
3. pelumas mata, untuk dapat melihat hadirat Tuhan. Kata ‘ayin’ berbicara mengenai mata.
Dalam Wahyu 3:20, buka pintu hati kita untuk Tuhan, maka Dia akan masuk dan membawa makanan (Yohanes 4:34) bagi kita. Tuhan mencari orang-orang yang setia. Ada dua jenis pintu, yaitu pintu dari Tuhan dan pintu yang bukan dari Tuhan. Dengarlah suara Tuhan. Jika Tuhan mengetuk pintu hati kita, jangan keraskan hati kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s