Setia dan Jujur

pdp.Handrie Wirawan

Goncangan boleh terjadi, namun anak-anak Tuhan tidak akan tergoncangkan. Janji Tuhan pasti digenapi (Yesaya 48:18-19), jika kita memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan melakukan Firman-Nya. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19) janji Tuhan adalah ya dan amin, Dia tidak pernah mengingkari setiap janji-Nya.

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6) kita harus menjadi orang yang setia. Orang baik banyak jumlahnya, namun jarang ditemukan orang-orang yang setia. “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.” (Amsal 12:22). Tuhan berkenan pada orang-orang yang setia (1 Korintus 2:9; Efesus 3:20). Contoh tokoh-tokoh Alkitab yang setia: Daud, Henokh, Musa. Dalam hal apa kita harus setia?

  1. Kepada Tuhan (1 Korintus 1:9). Kasih setia Tuhan tak berkesudahan, dulu, sekarang, dan selamanya. Banyak orang yang setia hanya karena ingin diberkati, namun meninggalkan kesetiaannya setelah diberkati. Apapun yang terjadi, tetaplah setia pada Tuhan, jangan tinggalkan Dia.
  2. Kepada keluarga (Ibrani 13:4). Keluarga itu sangat penting bagi kita. Harta tidak dapat menjamin kebahagiaan. Untuk memperoleh kebahagiaan, kita harus setia dalam pernikahan dengan mengasihi dalam kasih Kristus dan bersikap rendah hati (mudah mengampuni). Tuhan tidak mengindahkan perceraian.

“karena orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.” (Amsal 3:32) kita harus bersikap jujur, maka Tuhan senang bergaul erat dengan kita dan Dia akan mengirimkan orang-orang yang baik pada kita. Jangan ragu menabur kejujuran, karena kita akan menuai kepercayaan. Dalam hal apa kita harus jujur?

  1. Dalam keuangan kepada Tuhan (Maleakhi 3:8-11). Persepuluhan berarti kita mengembalikan uang Tuhan. Melangkahlah dalam iman.
  2. Dalam segala aspek. Saat kita jujur, maka tanpa harus berkhotbah, kita sudah melakukan penginjilan, bersaksi dalam kebenaran, dan menjadi terang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s