Restorasi Pondok Daud

ps.Niko Njotorahardjo

Mulai 04 September 2013-24 September 2014, tahun baru Yahudi berganti menjadi 5774 Ayin DalethAyin, merupakan alfabet Ibrani yang melambangkan angka 70, berbicara tentang mata Tuhan tertuju pada kita untuk menuntun, menasihati, dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Mata kita harus selalu tertuju pada Tuhan.“Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.” (Mazmur 123:2). Jika kita masih belum mendapat jawaban dari pergumulan kita, tetaplah percaya dan berdoa sampai Tuhan mengasihani dan menjawab kita. Restorasi pondok Daud, berbicara mengenai doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Tujuannya, supaya setiap lutut bertelut, lidah mengaku, bahwa Yesus adalah Tuhan. DNA kita adalah Pondok Daud karena Tuhan rindu kita hidup intim dengan Dia dalam unity diantara kita.

Daud adalah model pelayan yang berkenan kepada Tuhan. Dalam 25 tahun pertama hidup Daud sebagai seorang gembala, artinya bahwa hidupnya mengandalkan Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan pada zamannya. Setelah 25 tahun berikutnya, Daud adalah seorang prajurit yang gagah perkasa. Tema GBI Gatot Subroto untuk 25 tahun berikutnya adalah prajurit-prajurit yang gagah perkasa, yang gaya hidupnya doa, pujian, dan penyembahan bersama sama dalam unity siang dan malam. Beberapa bukti yang menyatakan bahwa Daud hidupnya menyenangkan Tuhan dan memiliki hati yang benar dihadapan Tuhan, diantaranya: Daud mengandalkan Tuhan hampir dalam setiap langkah hidupnya, Daud berkenan pada Tuhan karena melakukan kehendak Tuhan pada zamannya, Daud menyatukan dua belas suku Israel (hal ini berbicara mengenai unity), Daud selalu memuji Tuhan dengan segenap hati setiap saat. Orang Yahudi percaya bahwa kelahiran dan kematian Daud bertepatan dengan hari Pentakosta. Maka, mereka percaya bahwa makam Daud ada dibawah ruang pencurahan Roh Kudus (upper-room) di Yerusalem. Pondok Daud berbicara mengenai hadirat Tuhan. Kehendak Tuhan pada zaman ini adalah kehidupan yang tekun menantikan Tuhan. Pentakosta yang ketiga berarti:

  1. Roh Kudus akan dicurahkan secara luar biasa.
  2. Tiga generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa.
  3. Goncangan-goncangan akan terjadi.
  4. Penuaian jiwa besar-besaran.
  5. Tuhan akan segera datang untuk kali kedua, karena itu berjaga-jaga. Tidak semua orang Kristen masuk Surga, artinya hanya mereka yang setia sampai akhir yang akan masuk kedalam Surga, karena itu hiduplah dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan.

Daleth adalah alfabet Ibrani yang dilambangkan dengan angka 4, yang memiliki arti:

  • Orang miskin (orang yang membutuhkan sesuatu). Hal ini berbicara mengenai orang yang rendah hati, yang berharap dan bergantung hanya kepada Tuhan (Matius 5:3).
  • Pintu. Yesus adalah pintu menuju keselamatan dan kelimpahan (Yohanes 10:9-10). Yesus sedang mengetuk hati kita. Karena itu, kita harus hidup semakin berkenan dihadapan Tuhan. Sekarang adalah tahun dimana pintu-pintu yang selama ini tertutup akan terbuka (Yesaya 43:18-19). Jadilah seperti jemaat di Filadelfia yang menuruti Firman Tuhan dan tekun menanti-nantikan Tuhan (Wahyu 3:7).
  • Telinga. Tuhan rindu kita banyak berdoa dan peka terhadap suara Tuhan. Kita harus hidup semakin intim dengan Tuhan (Yesaya 50:4). Kita harus memeriksa kehidupan kita, apakah kita termasuk orang yang memberikan semangat untuk menguatkan orang lain, atau malah sebaliknya. Jadilah seperti Maria yang hidup intim dengan Tuhan. Maria duduk dikaki Tuhan, mendengarkan perkataan-Nya. Jangan seperti Marta yang selalu menyusahkan diri dengan banyak perkara. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya (Lukas 10:39-42).
  • Saksi. Kita harus menjadi saksi Yesus. Menjadi saksi seperti seorang prajurit yang gagah perkasa dengan gaya hidup berdoa, memuji, dan menyembah dalam unity siang dan malam, yang melakukan kehendak Allah pada zaman ini.

DNA kita adalah restorasi pondok Daud, yaitu model pelayanan seperti yang dilakukan Daud: doa, pujian, dan penyembahan dalam unity siang dan malam. Jika kita melakukan hal itu, maka penuaian satu milyar jiwa akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s