The Kingdom Breaker

ps.Mohammad Riza Solihin

“Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (2 Tawarikh 20:21)

Kitab 2 Tawarikh menceritakan suatu keadaan paling menakutkan bagi bangsa Yehuda yang akan diserang bangsa-bangsa yang lebih besar. Dalam ketakutannya, Yosafat mencari Tuhan dan meminta pertolongan. Kemudian Tuhan memerintahkan Yosafat mengangkat para pemuji dan penyembah untuk maju ke barisan paling depan. Hal ini sangat tidak lazim dalam suatu peperangan, karena biasanya orang hebat dan bersenjatalah yang dipilih untuk berdiri dan maju di barisan paling depan. “And when he had consulted with the people, he appointed singers unto the Lord, and that should praise the beauty of holiness, as they went out before the army, and to say, Praise the Lord; for his mercy [endureth] for ever.” (2 Chronicles 20:21) dalam King James Version, diterjemahkan lebih baik sebagai pakaian kudus yang semarak (praise the beauty of holiness). Bukan orang hebat dan pintar yang dipakai Tuhan untuk melakukan dobrakan yang tidak lazim, namun Tuhan memakai orang-orang yang dengan hatinya menaikan pujian dan penyembahan bagi keindahan kekudusan Tuhan sendiri. Dalam 2 Tawarikh 20:26 disebutkan tempat dimana Yosafat dan segenap bangsa Yehuda menjarah selama empat hari lamanya. Dalam King James Version, lembah itu bernama the Valley of Berachah. Kata ‘Berachah’ diterjemahkan dari bahasa Arab, artinya berkat (barokah). Berkat yang sama dijanjikan Tuhan pada kita semua, jika kita mau keluar dari kebiasaan kita yang lazim menjadi tidak lazim bersama dengan Tuhan.

“The breaker is come up before them: they have broken up, and have passed through the gate, and are gone out by it: and their king shall pass before them, and the Lord on the head of them.” (Micah 2:13) kata ‘breakthrough’ dalam bahasa Inggris artinya melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan. Dalam Kitab Mikha 2:13 diatas, dijelaskan bahwa sang Breaker adalah Tuhan sendiri, melalui (through) manusia yang mau membuka hatinya untuk Tuhan tuntun dalam segala hal dikehidupan mereka. Apa yang datang dari Tuhan itu sifatnya tidak lazim, karena segala yang lazim itu sifatnya manusiawi, tapi saat semua yang tidak lazim itu datang, maka terobosan akan senantiasa menyertai. “Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9) Dalam kerajaan Allah terdapat prinsip keseimbangan (balance). Tuhan bisa melakukan segala hal yang manusia tidak mampu lakukan, tapi ketika manusia melakukan apa yang mustahil dikerjakan dalam nama Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menyertai pekerjaan kita dengan tanda-tanda heran dan ajaib. Kita akan melihat perkara-perkara Surgawi yang tidak lazim terjadi dalam kehidupan kita saat kita keluar dari kebiasaan kita melakukan segala sesuatu. Pujilah Tuhan Allah kita dengan cara yang tidak lazim, pujilah kecantikan, keagungan, kemuliaan dalam kekudusan Tuhan Allah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s