Mengalahkan Tipu Muslihat Iblis

pdm.Minarto Jonathan

(Roma 17:17-20) saat kita menerima Yesus dan menjadi orang percaya, sadar atau tidak sadar, kita mempunyai musuh, yaitu iblis. Kita bersyukur punya Allah yang baik, yang selalu menolong kita. Musuh akan selalu berusaha menghambat segala yang Tuhan telah sediakan dan akan berikan pada kita. Kita sedang masuk dalam era peperangan rohani yang dashyat. Tuhan sanggup membukakan pintu-pintu yang tertutup bagi kita. Tempat iblis seharusnya berada dibawah telapak kaki orang percaya, berarti kita punya otoritas untuk menginjak dan menghancurkan tipu muslihat iblis. Sebagai orang percaya, kita pantas untuk menginjak-injak iblis. Terlalu terhormat jika iblis sampai berada dihati atau pikiran kita. Orang kristen yang menang adalah orang kristen yang mampu menaklukkan pikirannya. Ada tiga prinsip yang harus dilakukan orang kristen untuk mengalahkan tipu muslihat iblis dan tampil sebagai pemenang, diantaranya:

  1. Tunduk kepada Allah (Yakobus 4:7). Roh jahat ada didalam diri kita, tapi seringkali kita tidak menyadarinya. Tunduk kepada Allah berarti taat pada Firman dan menyerahkan seluruh kehidupan kita pada kehendak Allah, bukan pada kehendak kita, maka iblis tidak akan menyerang kita, karena perlindungan darah Anak Domba sempurna atas kita. Apapun yang Allah firmankan atau sampaikan, suka atau tidak suka, diharapkan atau tidak diharapkan, Firman Allah itu adalah ya dan amin dalam kehidupan kita. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki ketaatan mutlak kepada Allah. Dengan keadaan seperti ini iblis akan lari dari kita.
  2. Jaga hati (2 Korintus 2:10-11). Hindari kepahitan, iri hati, benci, dan dendam. Jagalah hati kita dan lepaskan pengampunan. Orang yang menyimpan kepahitan, iri hati, kebencian, dan dendam membuka celah untuk iblis masuk dan bekerja atas kehidupannya. Akar kepahitan sekecil apapun bisa menjadi celah iblis menjadikan kita bulan-bulanannya iblis. Saat kepahitan terjadi, tempat terbaik adalah dirumah Tuhan. Jangan biarkan damai sejahtera dan sukacita kita dicuri iblis. Iblis takut pada orang percaya yang selalu berjaga-jaga. Celah kecil pada pintu hati terhadap dosa bisa menjadi lubang yang besar untuk iblis masuk dan merusak kehidupan kita. Tutuplah pintu celah dalam diri kita. Jangan andalkan kekuatan diri sendiri untuk melepaskan pengampunan, tapi andalkan kekuatan Tuhan.
  3. Orang yang mengerti statusnya dihadapan Tuhan (Lukas 8:26-28). Roh jahat menyadari status Yesus sebagai Anak Allah, namun banyak orang percaya tidak menyadari statusnya sebagai anak Allah, tak heran kita selalu kalah. Kita harus tau status kita dihadapan Allah. Ada tiga status kita dihadapan Tuhan, yaitu: (1) orang yang telah diampuni dosanya. Dosa kita sudah diampuni dan Tuhan telah melupakannya; (2) ahli waris. Segala kekayaan dan berkat diwariskan Tuhan bagi kita; (3) orang yang dikasihi Tuhan. Kita memiliki kedekatan dengan Allah seperti seorang anak dengan Bapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s